#Salam 2 Tahun

Parmusi Apresiasi Majelis Hakim atas Vonis Dua Tahun Penjara kepada Ahok

10 Mei 03:52 | Dilihat : 933
 Parmusi Apresiasi Majelis Hakim atas Vonis Dua Tahun Penjara kepada Ahok Konferensi pers Parmusi di sebuah resto di Jakarta Selatan, Selasa siang (09/05), pasca persidangan Ahok di Kementan berakhir.

Jakarta (SI Online) - Atas perbuatannya yang telah melakukan penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu, Ahok terpaksa harus meninggalkan kenyamanan Balaikota Jakarta, untuk mendekam di hotel prodeo.

Gema takbir yang mengiringi suara orator sejak pagi dari atas mobil komando yang berada di jalan ragunan depan gedung kementerian Pertanian (Kementan) tiba-tiba hening saat majelis hakim membacakan poin-poin vonis keputusan pengadilan, yang direlay secara langsung oleh melalui corong-corong pengeras suara di mobil soundsystem peserta aksi.

Keputusan majelis hakim yang menghasilkan vonis dua tahun penjara dan denda sebesar Rp.5000 kepada Gubernur DKI, Ahok, dalam lanjutan persidangan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh tersangka Ahok ini kemudian disambut pekikan takbir dari para peserta aksi yang secara rutin hadir mengawal persidangan kasus ini di Kementan.

Memang, vonis ini di luar ekspektasi dari umat Islam yang selama ini menuntut keadilan atas kasus penistaan agama tersebut. Namun, keputusan majelis hakim ini dianggap jauh lebih baik dibandingkan dengan tuntutan yang dilayangkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang disampaikan dalam sidang sebelumnya. Umat Islam berbesar hati menerima keputusan majelis hakim.

Besar hati yang juga dirasakan oleh  Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, yang disampaikannya dalam acara konferensi press di sebuah resto di Jakarta Selatan, Selasa siang (09/05), pasca persidangan Ahok di Kementan berakhir.

Usamah menyampaikan, bahwa Parmusi bisa menerima keputusan majelis hakim dalam persidangan ke-21 dalam kasus penodaan agama oleh Ahok ini. Ia menilai bahwa vonis hukuman penjara selama dua tahun kepada Ahok telah memenuhi rasa keadilan umat yang menghendaki agar penista agama harus dipenjarakan.

“Parmusi yang selalu ikut dalam berbagai aksi bela Islam dan terus mengawal 21 kali sidang (penistaan agama oleh Ahok) memberikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada majelis hakim yang memberikan keputusan langsung vonis penjara 2 tahun,” tutur Usamah.

Usamah menilai, dengan keputusan vonis ini membuktikan, bahwa di Indonesia masih ada penegakkan hukum dan konstitusi yang adil, yang memenuhi rasa keadilan rakyat, yang tidak bisa dibeli dan diintervensi oleh pihak manapun, dan memberikan hukuman yang seadil-adilnya bagi pelaku kejahatan penistaan agama. 

“Atas perbuatannya, Ahok saat ini harus menempati ‘pesantren’ barunya, yakni di penjara. Dan tidak lagi bisa menikmati kemewahan dan kenyamanan di Balaikota,” sambung Usamah.

Putusan vonis hakim ini, lanjut Usamah, juga menjadi pelajaran bagi siapapun di negeri ini, jangan sekali-kali melakukan (perbuatan) penistaan agama. Bukan terhadap Islam saja, namun juga kepada agama lainnya yang diakui secara sah di Indonesia. Lebih-lebih kepada agama Islam, sebagai agama mayoritas yang dipeluk oleh rakyat Indonesia.

“Keputusan memenjarakan Ahok ini sudah sangat tepat. Karena jika tidak, nanti kedepannya akan muncul ‘ahok-ahok’ lain (yang ikut berani melakukan penistaan agama). Bagi kami, keputusan majelis hakim ini sudah melegakan,” ungkapnya.

Usamah berharap, kedapannya langkah yang telah dilakukan oleh majelis hakim persidangan kasus penistaan agama oleh Ahok ini juga diikuti oleh hakim-hakim peradilan lainnya, serta perangkat-perangkat keadilan di Indonesia, termasuk juga aparat pemerintah, agar penegakkan konstitusi di Indonesia bisa terus ditegakkan dan dikedepankan. 

rep: ahmad nadim
sed: shodiq ramadhan

0 Komentar