Karangan Bunga Banjiri Balaikota, Pengamat: Yang Kalah Mereka, yang Ngirim Mereka, untuk Kepentingan Mereka

26 April 22:54 | Dilihat : 8528
Karangan Bunga Banjiri Balaikota, Pengamat: Yang Kalah Mereka, yang Ngirim Mereka, untuk Kepentingan Mereka Sebagian dari seribu lebih karangan bunga memenuhi halaman Balaikota DKI Jakarta. [foto: suratkabar.id]

Jakarta (SI Online) - Seribu lebih karangan bunga membanjiri halaman Balai Kota DKI Jakarta. Isinya berupa ucapan terimakasih dari warga yang tidak jelas alamat dan identitasnya kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok dan wakilnya, Djarot. 

Menanggapi hal ini, pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah menilai, banjirnya karangan bunga di Balai Kota sebagai siasat politik agar Ahok menjadi menteri.

"Isu reshuffle kabinet jilid III bukan berdiri sendiri. Meskipun sudah dibantah sendiri oleh Jokowi," kata Amir Hamzah di Jakarta, Rabu (26/4/2017), seperti dikutip Teropong Senayan.

"Jadi, usai babak belur di Pilgub DKI, melalui karangan bunga itu framing Ahok agar bisa dapat kursi menteri. Ahok dan Ahoker berupaya untuk memoles agar terlihat 'barang bagus'. Yang kalah mereka, yang ngirim mereka sendiri, dan untuk kepentingan mereka juga," ungkap Amir.

Pantauan di lapangan, para pengirim karangan bunga tidak menyertakan identitasnya. Mereka umumnya hanya menuliskan sebagai fans Ahok lantaran belum bisa menerima kekalahan telak pujaannya tersebut dari Anies-Sandi.

Mayoritas karangan bunga sendiri berasal dari satu perusahaan penyedia jasa bunga yaitu, toko Istana Bunga.

Selain dari DKI, tidak sedikit juga pengirim bunga itu mengaku berasal dari luar kota, seperti Solo, Semarang dan Surabaya. Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Selandia Baru.

"Informasinya sekarang sekitar 1.000 lebih karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balaikota DKI Jakarta.

red: abu faza

1 Komentar