#Ahok Terdakwa

Tuntutan JPU kepada Ahok Sangat Ringan, Yusril: Hakim Bisa Beri Putusan Lebih

26 April 20:24 | Dilihat : 5826
Tuntutan JPU kepada Ahok Sangat Ringan, Yusril: Hakim Bisa Beri Putusan Lebih Yusril Ihza Mahendra [foto: jawapos.com]

Jakarta (SI Online) - Terdakwa kasus penodaan agama Gubernur DKI Jakarta Ahok hanya dituntut satu tahun penjara dua tahun percobaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan ini dikritik oleh banyak kalangan.

Namun demikian, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai hakim bisa menjatuhkan vonis lebih berat dari tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurutnya itu biasa terjadi dalam praktik hukum.

"Jadi bisa saja hakim memberi keputusan lebih daripada yang dituntut jaksa. Dalam praktik, itu sering terjadi," ujar Yusril kepada iNews beberapa waktu lalu, seperti dilansir Okezone.com, Rabu (26/04/2017). 

Guru Besar Universitas Indonesia itu menambahkan, putusan lebih berat dari tuntutan sudah sering terjadi. Ia mencontohkan, dalam kasus korupsi sering terjadi hal seperti itu.

"Dalam kasus korupsi misalnya , itu seringkali terjadi. Jaksa menuntut tiga tahun, tapi hakim menjatuhkan lima tahun," kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini. 

Sebelumnya, PP Pemuda Muhammadiyah menilai tuntutan terhadap Ahok ringan. "Yang jelas kita sangat kecewa," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Dahnil menduga, JPU telah dikontrol oleh Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang merupakan mantan kader Partai NasDem. Diketahui, NasDem adalah partai pengusung Ahok saat berkontestasi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

"JPU dikontrol oleh Jaksa Agung yang memiliki afiliasi politik terhadap Ahok. Tuntutan JPU itu seperti akrobasi hukum dengan sangat terang-benderang dan mengina nalar dan keadilan publik," ucapnya.

red: farah abdillah
sumber: okezone.com

0 Komentar