#Dinamika Pilkada DKI

Sudah Bagi-bagi Uang, Sembako dan Sapi, Perolehan Suara Ahok-Djarot Malah Turun

20 April 22:23 | Dilihat : 3298
Sudah Bagi-bagi Uang, Sembako dan Sapi, Perolehan Suara Ahok-Djarot Malah Turun Ilustrasi: Ahok-Djarot bersama Tim Pemenangan menggelar jumpa pers mengakui kekalahan mereka, Rabu sore (19/04) di Hotel Pullman, Jakarta. [foto: kompas.com]

Jakarta (SI Online) - Berdasarkan hasil final real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pilkada DKI Jakarta putaran kedua 19 April 2017 dimenangkan oleh pasangan nomor tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pasangan ini memperoleh suara 57,95% atau 3.239. 668 suara. 

Sementara pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot hanya memperoleh suara 42,05% atau 2.350.887 suara. 

Jika dibandingkan dengan hasil Pilkada putaran pertama, peroleh pasangan Ahok-Djarot ternyata turun 0,94% atau 13.436 suara. Pada pemilihan pada 15 Februari lalu pasangan ini meraih suara 42,99% atau 2.364.577 suara. 

Sebaliknya, pasangan nomor urut 3, Anies-Sandi, pada putaran pertama hanya meraih suara 2.197.333 atau 39,95%. Pada putaran kedua, perolehan suara pasangan ini melejit 18% atau mendapat tambahan 888.916 suara. 

Turunnya perolehan suara Ahok-Djarot ini tentu tidak sebanding dengan berbagai kecurangan yang dilakukan oleh tim pemenangan mereka. Beberapa hari menjalang 19 April, tim pemenangan Ahok-Djarot menghujani Jakarta dengan paket sembako murah dan juga sapi. Sebelumnya bahkan bagi-bagi uang melalui Bank DKI dengan dalih program bantuan Lansia. 

Pada Senin, 17 April 2017, Tim Pemanangan Ahok mengirimkan 17 ekor sapi potong ke Kepulauan Seribu. Naasnya, aksi ini diketahui oleh anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kepulauan Seribu dan langsung disita. 

Bukan hanya sapi, mereka juga mengirimkan sejumlah alat penyandang disabilitas, seperti kursi roda dan tongkat. 

"Memang benar semua sapi dan berbagai alat penyandang disabilitas, seperti kursi roda dan tongkat, sembako, sudah berada di sejumlah pulau di Kepulauan Seribu. Diduga, pemiliknya itu dari tim Basuki-Djarot. Semuanya itu sudah sampai di sejumlah pulau hari ini," papar anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten Kepulauan Seribu, Opik, seperti dikutip Warta Kota, Senin (17/04). 

Opik merinci, sapi-sapi itu diperuntukkan bagi warga di Pulau Untung Jawa dua ekor, Pulau Lancang dua ekor, Pulau Panggang tiga ekor, Pulau Pramuka tiga ekor, Pulau Tidung empat ekor, dan Pulau Kelapa tiga ekor. Belasan sapi itu dibawa menggunakan kapal Dolphin Express dari Pelabuhan Kaliadem, Penjaringan. 

"Kami juga mengamankan lagi yaitu 150 paket sembako dari relawan paslon nomor dua, dan sapi-sapi itu juga dari tim relawan paslon dua. Kami amankan karena ini kan sudah masuk di momen masa tenang kampanye Pilkada DKI Jakarta," terangnya.

Di wilayah lain, pembagian sembako juga berlangsung secara massif. Di Jakarta Selatan, kantor DPC PPP Jaksel digunakan sebagai gudang sembako. Bahkan yang menyedihkan, rumah dinas salah satu anggota DPR dari Fraksi PDIP di Kalibata juga digunakan sebagai gudang sembako. 

Aksi bagi-bagi sembako oleh Tim Kotak-kotak ini akhirnya mendapatkan perlawanan dari warga masyarakat hampir merata di seluruh Jakarta.  

Karena itulah, saat hendak menutup konferensi pengumuman kemenangan pasangan Anies-Sandi di Kebayoran Baru, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto menyindir aksi bagi-bagi sembako ini. 

Dengan nada bercanda, Prabowo mengaku berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyumbang sembako kepada masyarakat Jakarta jelang hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Ia berharap, sembako terus dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih juga buat mereka yang banyak sumbang sembako, terima kasih dan kalau bisa jangan berhenti, terus bagikan,” kata Prabowo.

red: farah abdillah

0 Komentar