#Dinamika Pilkada DKI

Takbiran, Awali Pencoblosan Pilkada Putaran Kedua di Jakarta

19 April 05:26 | Dilihat : 790
Takbiran, Awali Pencoblosan Pilkada Putaran Kedua di Jakarta Masjid Jami' Baitul Muttaqin, Kalisari, Jakarta Timur.

Jakarta (SI Online) - Sekitar pukul 03.00 dini hari, disaat sebagian masyarakat Jakarta masih terlelap di peraduan, dengan cuaca dingin setelah sore harinya di guyur hujan gerimis, beberapa jam sebelum waktu pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua dilangsungkan, nampak rombongan masyarakat berpakaian putih-putih bergegas menuju masjid Baitul Muttaqin, Kalisari, Jakarta Timur, untuk melaksanakan sholat Tahajud bersama, dzikir berupa pembacaan Hizb Nashor, kemudian dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah.

Namun bukan hal itu yang menarik untuk disampaikan. Melainkan suasana pasca sholat Subuh berjamaah yang membuat kondisi pagi ini, di hari pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua nampak berbeda dibanding hari biasanya. Dimana, selepas sholat Subuh dan dzikir rampung, jamaah masjid kemudian melantukan takbir, tahmid, tahlil secara berjamaah dan khusyu'. Nampak tak ada satupun jamaah yang beranjak dari duduknya meninggalkan masjid.

Iya, sekitar pukul 05.10 Wib, takbir, tahlil, dan tahmid bergema dari dalam masjid terbesar di kelurahan Kalisari tersebut, keluar melalui pengeras suara, menggema keseluruh kawasan Kalisari.

Gema takbiran ini kemudian diikuti oleh beberapa musholla dan masjid di sekitarnya. Suasana Kalisari pun layaknya lebaran Idul Fitri atau Idul Adha. Beberapa masyarakat yang melintas di depan masjid nampak tersenyum dan ikut melantunkan takbiran.

"Cakep, kayak lebaran," ungkap seorang ibu saat melintas di depan masjid.

Menurut Ketua Pembina Masjid Baitul Muttaqin, yang juga pimpinan ulama Kalisari yang tergabung dalam wadah Forum Silaturahmi Asatidz (Forsa) Kalisari, KH. Qomarudin Ali Lc., takbiran ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari para ulama dan habaib Jakarta yang mengharapkan suasana Islami tercipta ketika hari H pencoblosan. Selain itu, takbiran menjelang waktu pencoblosan ini diharapkan menggugah ghiroh keIslaman masyarakat Kalisari untuk memilih dan memenangkan calon gubernur muslim untuk Jakarta.

"Pilkada DKI ini kan hajatnya warga Jakarta, yang penduduk aslinya Betawi. Ini perayaannya orang Betawi. Ya ini lebaran Betawi. Masyarakat Betawi yang memiliki kuktur budaya Islam yang kental. Jadi, dengan diadainnya takbiran ini, diharapkan muncul semangat Islam dari warga untuk memenangkan calon gubernur muslim kita. Agar orang Jakarta, dan warga Betawi pada khususnya, dipimpin oleh pemimpin seakidah, yakni gubernur dan wakil gubernur muslim," tutur KH. Qomarudin Ali dengan logat Betawinya yang kental.

Menurut pantauan reporter Suara Islam yang berada disana, lantunan takbiran berhenti dikumandangkan sekitar pukul 06.30 Wib menjelang dibukanya TPS.

Selepas itu, para jamaah menyantap sarapan bersama yang telah disiapkan oleh pengurus masjid Baitul Muttaqin.

rep: nadeem
red: farah abdillah

0 Komentar