FPI DKI: Warga Kramat Lontar Diserang karena Menolak Sembako dari Tim Ahok

18 April 17:13 | Dilihat : 19814
FPI DKI: Warga Kramat Lontar Diserang karena Menolak Sembako dari Tim Ahok Ketua FPI DKI Buya Abdul Majid bersama timnya saat menggelar konferensi pers di kediamannya. (foto: detik)

Jakarta (SI Online) - Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan sikap terkait bentrokan dengan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (17/4) malam. 

Ketua Tanfidz DPD FPI DKI Jakarta, Buya Abdul Majid menjelaskan setidaknya ada lima poin dalam sikap FPI. Salah satunya, ia mengutuk gerombolan preman yang melakukan penyerangan terhadap warga Kramat Lontar. 

"Kesimpulannya, kami mengutuk gerombolan preman yang mengatasnamakan Banser NU dan Ansor yang telah menyerang dengan brutal warga Muslim Kramat Lontar yang menolak pembagian sembako dari Paslon nomor dua di hari tenang ini," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/4). 

Kedua, Buya juga mendesak pihak kepolisian untuk menangkap para penyerang berikut pimpinan dan penyandang dananya serta mengusut dugaan keterlibatan dalam menggerakkan masa preman tersebut. 

Ketiga, kata dia, menuntut KPUD DKI untuk mendiskualifikasi paslon Ahok-Djarot karena melakukan pelanggaran berat di hari tenang dengan memaksakan penyerahan sembako dan politik uang dengan pengerahan preman dengan seragam Ansor dan Banser untuk mengadu domba umat Islam.

Keempat, Buya juga menyerukan kepada segenap masyarakat Jakarta untuk siaga penuh menjaga keamanan dan kedamaian ibu kota serta ikut berjuang menciptakan pilkada yang jujur aman dan damai. 

"Terakhir menyerukan kepada Laskar FPI dan Jawara Betawi untuk lebih meningkatkan pengamanan ulama dan umat Islam di Jakarta selama masa Pilkada hingga situasi kondusif," tandas Buya.

red: adhila
sumber: rol

0 Komentar