#Dinamika Pilkada DKI

Akibat Dukung Ahok, Kader PPP Suarakan Munaslub

15 April 02:01 | Dilihat : 2281
Akibat Dukung Ahok, Kader PPP Suarakan Munaslub Konsolidasi bersama tokoh, elite dan pengurus DPP PPP Kubu Djan dan Romy di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (14/4/2017).

Jakarta (SI Online) - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, Syukri Fadholi mendesak Majelis Syariah dan Mahkamah Partai menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).  

Desakan tersebut menyusul sikap politik Djan Farizd dan Romahurmuzy (Romy) yang mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI. Dukungan ini dinilai melanggar asas partai.

"Ada dua hal yang saya sampaikan. Pertama, kebijakan Romy dan Djan Faridz yang mendukung Ahok bertentangan dengan asas dan AD/ART partai," kata Fadholi usai menghadiri konsolidasi bersama pengurus DPP Djan dan Romy di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (14/4/2017) seperti dikutip Teropongsenayan.com.

Oleh karena itu, kata dia, Majelis Syariah dan Mahkamah Partai harus bersikap atas sikap politik Romy dan Djan.

"Kedua, mereka sudah melanggar asas partai dan garis perjuangan. (Oleh karenanya) harus melepas jabatanya sebagai ketua umum," katanya.

Fadholi mengungkapkan dari hasil konsolidasi antara kubu Romy dan Djan terbentuk 'Penyelamat Partai' yang bertugas menyiapkan muktamar luar biasa (Munasub).

"Sudah barang tentu arah dari gerakan ini adalah untuk melahirkan PPP satu, PPP yang berpengang pada asas keislaman. Ujungnya harus dilaksanakan muktamar luar biasa untuk menyatukan umat di DKI," tandasnya.

Atas usulan ini, Ketua DPW PPP DKI Jakarta H Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Syariah Partai untuk merespon keinginan kader untuk segera dilaksanakan Muktamar Luar Biasa untuk menyelamatkan partai.

"Tugas Majelis Partai dan Majelis Syariah nanti mereka yang mengatur semua sesuai AD/ART. Kalau majelis sudah menentukan sikap dari pertemuan rapat-rapatnya itu seluruh DPW akan tunduk dan paruh karena itu majelis tinggi ini yang menentukan kehidupan dan kelangsungan partai," kata Lulung ditempat yang sama. 

Kendati demikian, Lulung mengatakan, keputusan ini akan dilakukan usai pelaksanaan Pilkada DKI 19 April 2017 mendatang.

"Nanti abis Pilkada. Hari ini kan kita membentuk majelis penyelamat partai yang kedua para senior mengatakan memerintahkan seluruh kader dan seluruh konsituen umat Islam untuk memilih paslon nomor tiga itu sudah jelas tadi," ucapnya.

Dilain sisi Lulung yang baru dipecat dari posisi Ketua DPW PPP DKI Jakarta kubu Djan Faridz karena mendukung cagub-cawagub Anies-Sandi menyatakan tak menyesali keputusannya.

Ia mengaku tidak menjalankan keputusan DPP pimpinan Djan Faridzuntuk mendukung Ahok-Djarot karena keputusan itu bertentangan dengan asas dan AD/ART partai.

"Karena kami tidak boleh mendukung calon yang tidak seiman dengan kami, karena itu adalah aturan yang telah ditentukan oleh AD/ART," kata Lulung. 

red: abu faza
sumber: teropongsenayan.com

0 Komentar