#Dinamika Pilkada DKI

Survei IDM: Elektabilitas Anies-Sandi 52,68 Persen dan Ahok-Djarot 40,82 Persen

14 April 13:54 | Dilihat : 1833
Survei IDM: Elektabilitas Anies-Sandi 52,68 Persen dan Ahok-Djarot 40,82 Persen Ilustrasi: Pasangan Anies-Sandi dalam Debat Pilkada DKI Jakarta, Rabu malam (12/04). [foto: republika.co.id]

Jakarta (SI Online) - Indonesia Development Monitoring (IDM) mengumumkan hasil survei terbarunya tentang tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, pasangan Anies Baswedan Sandiaga Uno unggul 12% dari petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Survei dilakukan 4 hingga 11 April 2017 dengan responden sebanyak 1.421 dari masyarakat Jakarta yang memiliki hak pilih pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua nanti.

Hasil survei menunjukkan pasangan Ahok-Djarot dipilih sebanyak 40,82% responden, dan pada pasangan Anies-Sandi sebanyak 52,68%. Sedangkan yang tidak menjawab/rahasia sebanyak 6,5%.

"Dari hasil survei ini dapat tergambar bahwa elektabilitas Anies-Sandi unggul atas Ahok-Djarot dengan selisih mencapai lebih dari 12%," kata Direktur Eksekutif IDM Fahmi Hafel di Jakarta, Jumat (14/4/2017), seperti dikutip Okezone.com.

Fahmi menjelaskan, hal ini mungkin terjadi karena sebagian besar pemilih Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada putaran pertama cenderung memindahkan dukungan kepada Anies-Sandi.

Perpindahan dukungan dari Agus-Sylvi kepada Anies-Sandi dinilai lebih besar daripada ke Ahok-Djarot. Sebab, lanjut Fahmi, baik pemilih pasangan nomor urut 1 tersebut maupun pemilih Anies-Sandi pada putaran pertama, sama-sama menginginkan hadirnya pemimpin baru di Jakarta.

Survei dilakukan dengan sampel dipilih secara random atau acak di lima kotamadya dan satu kabupaten di Jakarta. Metodenya mengunakan teknik multistage random sampling dan derajat kesalahan kurang lebih 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka dengan instrumen kuesioner yang sudah disiapkan para surveyor Indonesia Development Monitoring.

red: abu faza

0 Komentar