#Dinamika Pilkada DKI

Survei LSI Denny JA: Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen

14 April 05:43 | Dilihat : 1654
Survei LSI Denny JA: Anies-Sandi 51,4 Persen, Ahok-Djarot 42,7 Persen Ilustrasi: Pasangan Anies-Sandi dan Ahok-Djarot usai Debat Pilkada DKI Jakarta, Rabu malam (12/04)

Jakarta (SI Online) - Kurang dari sepekan jelang Pilkada putaran kedua, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei terbaru yang bertema 'Final Ahok vs Anies'. Dari survei tersebut dapat disimpulkan, menjelang pemungutan suara, kemungkinan masyarakat DKI punya gubernur baru makin kuat.

Pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Syaiful Hidayat (Ahok - Djarot) saat ini tertinggal 8,7 persen di bawah pasangan penantang Anies Rasyid Baswedan - Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi). 

"Saat ini (April 2017), elektabilitas pasangan Anies-Sandi sudah di atas 50 persen, yaitu sebesar 51,4 persen. Sedangkan pasangan Ahok-Djarot memperoleh dukungan sebesar 42,7 persen. Sedangkan mereka yang belum menentukan pilihan hanya sebesar 5,9 persen," kata Peneliti LSI, Ardian Sopa di Kantor LSI, Jalan Raya Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis siang (13/04/2017).

Ardian mengatakan, jika dibandingkan dengan survei bulan Maret 2017, kedua pasangan calon sama-sama mengalami kenaikan. Pada Maret 2017 elektabilitas pasangan Anies-Sandi sebesar 49,7 persen. Pada April 2017, mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen menjadi 51,4 persen. 

"Sementara pasangan Ahok-Djarot, pada Maret 2017, elektabilitasnya sebesar 40,5 persen. Saat ini (April 2017) mengalami kenaikan sebesar 2,2 persen menjadi 42,7 persen," ujarnya

Survei ini dilakukan LSI Denny JA sejak tanggal 7-10 April 2017 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8 persen.

"Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepthinterview)," ujarnya.

red: farah abdillah

0 Komentar