#Kriminalisasi Sekjen FUI

TPM: Aspirasi Umat Disebut Makar, Negara Papua Barat Dibiarkan

07 April 11:29 | Dilihat : 5641
TPM: Aspirasi Umat Disebut Makar, Negara Papua Barat Dibiarkan Gerakan Papua Merdeka sedang mengibarkan benderanya

Jakarta (SI Online) - Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) sekaligus pengacara KH Muhammad Al-Khaththath, Ahmad Michdan, heran dengan sikap aparat kepolisian yang sangat getol membungkam aspirasi umat Islam dan melakukan diskriminasi hukum terhadap ulama, dengan tuduhan makar. 

Padahal menurut dia, jelas-jelas baru-baru ini, ada sebuah Negara Federal Republik Papua Barat yang mendeklarasikan diri di wilayah RI dan bersurat kepada Presiden Jokowi, tapi malah dibiarkan.

"Publik harus tahu dari Februari lalu ada sebuah kelompok baru yang mendeklarasikan diri sebagai Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), presiden mereka Forkorus Yaboi Sembut dan kepala kepolisian mereka Elias Ayakeding bersurat kepada Presiden Jokowi. Tapi kok itu tidak dikejar dan ditahan karena makar?," ujar Michdan, Jumat (7/4) dikutip dari Republika.co.id.

Ia mengungkapkan publik yang belum tahu bisa membaca kelompok baru NFRPB dari Papua Barat di berita. Mereka membentuk negara baru di wilayah Indonesia. Ada presiden sendiri, kepala kepolisian dan pemerintahan sendiri.

"Itu bagaimana? Sudah jelas makar itu. Apa yang sudah dilakukan Polri?, itu ada di tanah Indonesia lho," jelas Michdan.

Jadi ia berpikir ada yang aneh dengan sikap Polri untuk alasan makar pada kasus kliennya ini. Kelompok yang jelas-jelas  membentuk negara tetapi dibiarkan, sedangkan ada kelompok umat Islam ingin menyampaikan aspirasinya kepada presiden malah ditangkap.

Padahal mereka hanya berharap penonaktifan kepala daerah yang menista agama, tetapi justru ditahan, dengan tuduhan makar.

red: adhila

0 Komentar