#Kriminalisasi Sekjen FUI

MAK Harusnya Sudah Bebas, Usamah: Apa Ada Menko Lain yang Intervensi?

03 April 22:52 | Dilihat : 5228
MAK Harusnya Sudah Bebas, Usamah: Apa Ada Menko Lain yang Intervensi? Konferensi pers PP Parmusi tentang kasus penahanan Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath di Kantor PP Parmusi, Jakarta Selatan, Senin sore (03/04)

Jakarta (SI Online) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath (MAK) ditangkap polisi pada Jumat dini hari (31/04) di Jakarta. Hingga hari ini ia masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dengan status tersangka kegiatan makar. 

Atas penangkapan Ustaz Al Khaththath, Ketua Umum PP Parmusi H Usamah Hisyam bercerita bila dia telah meminta Wiranto menyampaikan kepada Kapolri dan Presiden supaya MAK (panggilan akrabnya) segera dibebaskan. Permintaan itu disampaikan saat Usamah dan delegasi tokoh Aksi 313 menemui Menkopolhukam Wiranto pada Jumat sore (31/3) lalu

“Kalau tidak ada hal prinsip insyaallah kita akan bebaskan besok. Tapi nggak mungkin malam ini, begitu kata Menko,” kata Usamah dalam konferensi pers di Kantor PP Parmusi, Jl Sagu, Ragunan, Jaksel, Jumat sore (03/04).

Setelah bertemu Wiranto, Usamah mengaku menelepon Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan. Kepada Iriawan, Usamah menceritakan arahan dari Wiranto. Kapolda menjawab, tidak mungkin Jumat malam itu MAK dibebaskan. Tetapi, jika Aksi 313 sore itu dapat selesai pada pukul 17.00 WIB, insyaallah keeesokan harinya MAK bisa dibebaskan setelah dilakukan pemeriksaan pada Jumat malamnya. 

Untuk meyakinkan Usamah, Kapolda bahkan mengirim Wakapolda, Kapolres Jakpus dan Direktur Intelkam menemui dirinya. “Pak Usamah besok insyaallah (MAK) bebas. Kalau Kapolda sudah bicara begitu. Sekarang yang paling penting gimana jam lima aksi ini bubarkan,” kata Usamah menirukan pernyataan Wakapolda Metro Jaya.

Atas permintaan itu, Usamah menjawab, jika Aksi 313 bisa dibubarkan hanya oleh MAK sebagai penanggung jawab. Karena itu dia harus dihadirkan ke tengah massa. Permintaan ini ditolak polisi. Lalu dipanggillah Korlap Hasri Harahap supaya aksi dibubarkan sesuai permintaan polisi. “Tapi kenyataannya sampai sampai hari ini (Ustaz MAK) masih ditahan,”tandasnya.  

Usamah sejatinya memuji semua langkah yang ditempuh Menkopolhukam Wiranto. Wiranto telah membuka ruang dialog secara cair dan terbuka. Hanya ia heran mengapa eksekusinya berbeda dengan sikap yang diambil Wiranto. 

“Apa ada Menko lain yang intervensi ini, sehingga kejadiannya seperti sekarang?. Ini seperti ada invisible hand (tangan/kekuatan yang tersembunyi, red),” kata Usamah. 

Usamah yakin, dalam kasus ini Presiden Jokowi tidak tahu apa-apa. Sebab ia tahu persis Jokowi adalah orang yang komitmen dengan penegakan hukum. Ia khawatir Jokowi sengaja dibenturkan dengan umat Islam. 

“Dalam kasus ini siapa yang mengendalikan aparat keamanan?. Karena Menkopolhukam sendiri sudah komitmen,” tanya dia.

Red: shodiq ramadhan
 

0 Komentar