Ketum ICMI: Secara Penduduk Muslim Mayoritas, Secara Ekonomi Kita Minoritas

21 Maret 11:03 | Dilihat : 786
Ketum ICMI: Secara Penduduk Muslim Mayoritas, Secara Ekonomi Kita Minoritas Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqqie. [foto: psi.id]

Jakarta (SI Online) - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqqie mengatakan, saat ini keberadaan pengusaha Muslim di Indonesia semakin minoritas. Padahal secara penduduk, mayoritas beragama Islam.

"Kalau dari perspektif penduduk, kita mayoritas Muslim. Kalau perspektif ekonomi, kita yang Muslim justru minoritas. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya lima pengusaha Muslim," kata Jimly saat menerima kunjungan pengurus Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI), di Jakarta, Senin (21/3/2017).

Jimly mengatakan, saat ini yang berkuasa di Indonesia adalah para pengusaha dan pemilik modal. Mereka yang mengatur politik dan kepentingan publik di Indonesia, bahkan mereka berani membiayai para politisi dan calon penjabat di daerah untuk menyedot potensi alam jika berhasil memenangkan Pilkada.

Oleh karena itu, pengusaha Muslim harus mengambil alih kekuasaan dari tangan-tangan jahat. Sudah saatnya pengusaha muslim mengalihkan kekuasaan ke arah yang lebih positif.

"Yang berkuasa sebenarnya konglomerat. Karena biaya politik mahal, para konglongmerat biayai siapa saja yang mau berkuasa. Puncaknya demokrasi dikalahkan pengusaha saat Donald Trump berkuasa. Di Amerika sudah terjadi. Di Indonesia juga terjadi," kata Ketua DKPP itu.

Ia pun berpesan kepada pemuda SKPI agar menggerakan dunia ekonomi karena pemuda Muslim sudah lupa akan dunia ekonomi. 

"Jadi itu perlunya organisasi. Pemuda Muslim jangan cuma ngaji. Jadi gerakan bidang ekonomi. Masih banyak yang belum dikerjakan," imbuhnya.

Selain itu dia juga berpesan agar pemuda tidak berjuang dengan setengah hati. Apalagi di Indonesia sudah banyak muncul berbagai macam gerakan yang bertujuan untuk mempersatukan. Namun, hal tersebut sulit tercapai, karena sudah menjamurnya ribuan organisasi. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menekankan yang paling penting adalah setiap organisasi saling bersinergi untuk mempersatukan umat.

"Alquran menyebut, bekerja samalah dalam kebaikan dan takwa. Jangan berkomplot untuk dosa dan permusuhan. Kalau persatuan cuma kelipatan tambah, tapi kalau sinergi kelipatan kali. Jadi berorganisasi dan bersinergi itu kalau saya bilang hukumnya fardu a'in. Yang ujungnya bisa persatukan umat," ujarnya.

Red: Abu Faza
Sumber : Antara

0 Komentar