Jangan Apriori dengan Dakwah Siyasah

20 Maret 18:08 | Dilihat : 576
 Jangan Apriori dengan Dakwah Siyasah Ketua Komisi IV MUI Kota Bogor Ustaz Wilyudin Dhani

Bogor (SI Online) - Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitab Al Bidayah wan Nihayah, mengutip atsar hadits perkataan Utsman bin Affan radhiallahuanhu yang artinya "Sesungguhnya Allah memberikan wewenang kepada penguasa untuk merubah/menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan dengan Alquran".

"Atsar ini harus dipahami oleh para ulama dan aktifis dakwah bahwa kesempurnaan dan kebenaran Syariat Islam belum dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh umat manusia dalam kehidupan tanpa adanya pemimpin yang diridhoi Allah untuk menjadi pelaksana, penanggung jawab realisasi hukum-hukum Islam," ujar Ketua Komisi IV MUI Kota Bogor Ustaz Wilyudin Dhani saat mengisi Tabligh Akbar di Masjid Al Ghozy Bogor.

Karena itu, kata Ustaz Dhani, masalah kepemimpinan di dalam Islam merupakan salah satu pokok ajaran yang harus didakwahkan kepada kaum muslimin secara luas sampai kejayaan Islam muncul kembali.

"Perjuangan dakwah siyasah (politik) untuk mendudukkan kepemimpinan yang Islami dan diridhoi Allah bukanlah isu SARA. Dan ini termasuk kewajiban setiap muslim, terutama bagi para ulama untuk mempeloporinya," jelasnya.

Menurut Ustaz yang ahli dalam pengobatan ruqyah syar'iyyah ini, ke depan tidak boleh lagi ada pendakwah yang apriori dan memisahkan materi dakwahnya antara urusan siyasah dengan urusan aqidah lainnya. 

"Saya mengimbau kepada semua pihak jangan lagi kita apriori dengan dakwah siyasah dan terjebak pada keyakinan sekularisme, pluralisme dan liberalisme yang memisahkan antara urusan agama dengan urusan dunia dan kepemimpinan," jelasnya.

Ia berharap, dengan dakwah siyasah ini, ke depan negeri kita bisa memiliki pemimpin yang benar-benar beriman dan bertakwa sehingga mengundang keberkahan dari Allah SWT.

red: adhila

0 Komentar