#Dinamika Pilkada DKI

Twit Dokumen Kontrak Politik Palsu, Akun Twitter Saiful Muzani Dilaporkan ke Bawaslu

20 Maret 14:43 | Dilihat : 2111
Twit Dokumen Kontrak Politik Palsu, Akun Twitter Saiful Muzani Dilaporkan ke Bawaslu Tim advokasi cagub-cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melaporkan akun twitter @saifulmuzani ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta, di Jalan Danau Agung Sunter III, Jakarta Utara, Senin (20/3).

Jakarta (SI Online) -Tim advokasi cagub-cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melaporkan akun twitter @saifulmuzani ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta. Akun twitter @saifulmuzani dilaporkan karena mencuit surat akad kontrak politik dan tanda tangan palsu Anies-Sandi.

Menurut Amir Hamzah, anggota Tim Advokasi Anies-Sandi, ia mendapat informasi terkait dugaan kampanye hitam (black campaign) pada Ahad (19/3) pukul 16.42 WIB. Kampanye hitam itu diketahui dari akun twitter @saifulmuzani yang mencuit surat akad kontrak politik bertandatangan Anies-Sandi berisi Anies-Sandi siap menjalankan syariat Islam di Jakarta.

"Meski Saiful Muzani mempertanyakan itu otentik atau palsu, tapi kami anggap ini kampanye hitam," kata Amir di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jalan Danau Agung Sunter III, Jakarta Utara, Senin (20/3).

Amir melanjutkan, timnya memastikan surat akad kontrak politik dan tanda tangan Anies-Sandi tersebut palsu. Dengan demikian, Amir berharap Bawaslu dapat memanggil Saiful Muzani untuk menjelaskan motif dari cuitannya.

"Termasuk siapa pelaku yang mencuit pertama, maksud cuitannya untuk apa," ujar Amir. 

Saat ini, kata Amir, polling lembaga survei menyebutkan suara untuk Anies-Sandi tinggi.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi menyayangkan cuitan akun Saiful Muzani. Dalam surat akad kontrak itu disebutkan Anies-Sandi terkesan lari dari ideologi Pancasila. Berdasarkan penelusuran tim advokasi, informasi pertama berasal dari cuitan Saiful Muzani.

"Pak Saiful Muzani itu CEO lembaga survei, high profile. Harusnya bisa mengetahui dampak dari cuitannya. Dan ini menjadi viral, dalam satu hari pertama sudah diretweet 155 kali," tutur Yupen. 

Red: shodiq ramadhan

1 Komentar