#Safari Dakwah Dr Zakir Naik

Safari Dakwah ke Indonesia, Zakir Naik Biaya Sendiri dan tidak Terima Bayaran

06 Maret 13:08 | Dilihat : 27346
Safari Dakwah ke Indonesia, Zakir Naik Biaya Sendiri dan tidak Terima Bayaran Representatif Dr Zakir Naik (DZN) di Indonesia, Ustaz Al Bukhari Abdul Wahid. [foto: shodiq/si]

Jakarta (SI Online) - Pada awal pekan pertama April mendatang, dai internasional asal India Dr Zakir Abdul Karim Naik akan melakukan safari dakwah ke Indonesia. Lawatan selama kurang lebih 10 hari itu bertajuk Zakir Naik Visit Indonesia 2017. 

Lalu bagaimana persiapan panitia di Indonesia menyongsong kedatangan Kristolog kondang itu?. Untuk melakukan persiapan, Doktor Zakir telah datang ke Jakarta pada 1-4 Maret lalu. Selain memastikan kesiapan panitia secara teknis, Zakir juga menerima masukan dari berbagai tokoh Islam Indonesia. Pada Sabtu sore (04/03), Zakir bahkan diterima oleh Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di rumah dinasnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 

Representatif Dr Zakir Naik (DZN) di Indonesia, Ustaz Al Bukhari Abdul Wahid menjelaskan, sejatinya kedatangan peraih King Faisal International Prize dari Kerajaan Saudi Arabia itu tidak secara khusus untuk menghadiri undangan pihak tertentu. Sebab, bagi para pengundang diperlukan kesiapan khusus sesuai dengan standar yang digunakan oleh tim DZN. 

"Mereka punya standar. Berapa minimal audiens, bagaimana sound system dan keamanannya," ungkap Ustaz Bukhari saat berbincang dengan sejumlah jurnalis Muslim di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat siang (03/03/2017). 

Uniknya, meski ceramah DZN termasuk kolosal, dia sendiri tidak meminta ongkos atau bayaran dari pengundang. "Dia tidak dibayar, ongkos tiket pulang pergi dia tanggung sendiri. Kita hanya siapkan akomodasi di Indonesia," lanjut Bukhari. 

Rencananya, DZN akan menyampaikan ceramah di Bekasi, Kampus UMY Yogyakarta dan Pesantren Modern Gontor, Ponorogo. Selain itu juga sejumlah tempat lain yang hingga kini masih dalam koordinasi. 

Bukhari juga meluruskan adanya kabar hoax terkait batalnya DZN ke Indonesia pada tahun lalu. Yang benar, lanjut mantan Ketua Umum Syabab Hidayatullah itu, saat itu memang belum ada jadwal kunjungan DZN ke Indonesia. 

"Itu salah persepsi. Bahwa ada yang mau mengundang itu benar, yang hoax itu kalau dikatakan rencana itu batal. Lebih hoax lagi, Zakir Naik dikabarkan tidak bisa masuk ke Indonesia karena dicekal. Itu hoax," tandasnya. 

red: shodiq ramadhan
 

0 Komentar