#Selamatkan Rohingya

Sapi Kabur, Wisuda Akbar di Pengungsian Bangladesh Jalan Terus

24 Oktober 08:10 | Dilihat : 274
Sapi Kabur, Wisuda Akbar di Pengungsian Bangladesh Jalan Terus Wisuda Akbar di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh.

Coxs Bazar, Bangladesh (SI Online) - Sedianya, usai Wisuda Akbar Dunia Menghafal di pengungsian, para peserta dan pantai bakal makan siang dengan menu daging sapi potong.

Berniat makan siang bersama dengan cari sapi dan lauknya setelah wisuda akbar selesai. Namun, pesta sapi ternyata harus diundur. Pasalnya, sapi kabur.

"Sapi yang akan dipotong malah kabur entah kemana larinya,“ ujar Muhammad Husen (28), panitia di pengungsian Tengkali, Cox's Bazar, Bangladesh, dengan logat Malaysianya yang kental.

Tak masalah, walau makan siang tak ada, tetapi acara wisuda akbar terus berlanjut. Untuk santap siang, panitia ke pasar dan membeli berbagai makanan ringan: Pisang ambon, roti, biskuit, dan minuman jus sari leci.

Alhamdulillah acara berlangsung hikmat dan penuh semangat dari jamaah dan santri.

Jamaah Masjid Al-Mansur sudah berdatangan dari pagi hari, mereka ingin menyaksikan anaknya untuk mengikuti hafalan surat-surat pendek walau di pengungsian.

Wisuda berjalan dengan lancar yang dibuka dengan surat Ad-Dhuha oleh salah satu santri kamp, Abdul Halim (15).

Suara yang merdu dan khas dari vokal Bengali ini, membuat jamaah merenung dan terhujat hatinya, hingga ada yang meneteskan air matanya.

Semangat anak yang lain pun untuk menghafalkan surat sungguh luar biasa, walau mereka tinggal di bedeng-bedeng yang hanya beralaskan tanah dan beratap terpal dan ranting serta bambu sebagai tiang untuk menopangnya.

Acara berlanjut dengan tausiyah ulama setempat yaitu Syekh Nur Salim Al-Garibi yang mempunyai pesantren dan menampung anak-anak pengungsi dari Rohingya sejak beberapa tahun ini.

Ia menyampaikan dalam bahasa Bangali yang intinya kita harus tetap bertakwa dan selalu ingat kepada Allah Swt, jangan lupa shalat dan megerjakan ibadah-ibadah lainya, karena kiamat semakin dekat. "Walau dengan keterbatasan yang kita punya ini," kata dia. 

Dan juga berpesan agar jangan lupa selalu mengaji dan menghafalkan Alquran dan menagamalkanya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Asnal Ma’arif, Koordinator Wisuda Akbar Bangladesh, berpesan, walau mengalami keterbatasan tempat, rumah tinggal dan sebagainya. "Kita tetap taat kepada Allah Swt dan terus menghafalkan Alquran hingga akhir ayat kita," kata dia di sela-sela acara pembagian sertifikat.

rep: nurbowo
red: shodiq ramadhan

0 Komentar