Kepolisian Israel: File 1000 Buktikan Netanyahu Korupsi

15 Februari 00:07 | Dilihat : 366
Kepolisian Israel:  File 1000 Buktikan Netanyahu Korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Terduga Korupsi ( Anadolu)

Jerusalem (SI Online) --  Kepolisian Israel menyatakan telah mengumpulkan bukti yang cukup terkait dugaan Perdana Menteri Israel Netanyahu yang “menerima suap, melakukan tindakan korupsi dan menyalahgunakan tugas” dalam lingkup penyelidikan yang juga dikenal dengan “File 1000”, demikian dilaporkan pada Selasa (13/2)

Kepolisian merekomendasikan jaksa untuk mempersiapkan dakwaan terhadap PM Israel tersebut. Pihak kepolisian menyatakan telah menyelesaikan dua penyelidikan korupsi terhadap Netanyahu. Penyelidikan tersebut dilaporkan berhubungan dengan pengusaha Arnon Milchan dan pengusaha lain asal Australia James Packer.

Selain itu, bukti yang cukup terkait dugaan Netanyahu “menerima suap, melakukan tindakan korupsi dan menyalahkan tugas” juga telah dicapai dalam penyelidikan korupsi lainnya yang disebut sebagai "File 2000”.

Penyelidikan kedua ini dilakukan terhadap Netanyahu dan Arnon Moses, pemilik dan penerbit Yedioth Ahronoth, salah satu surat kabar terbesar Israel. Polisi juga menyatakan telah mengumpulkan bukti yang cukup terkait dugaan penerimaan suap dalam penyelidikan tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Netanyahu menyatakan bahwa tudingan-tudingan yang dilayangkan kepadanya tidak berdasar dan akan berakhir nihil. "Apa pun yang saya lakukan hingga saat ini adalah untuk kepentingan Israel, setelah ini juga saya akan tetap melakukannya. Saya akan terus memimpin Israel," kata Netanyahu.

Netanyahu juga mempertanyakan netralitas unit keamanan yang melakukan penyelidikan atas dirinya. Netanyahu mengatakan telah menghadapi banyak tuduhan dan serangan selama menjabat, namun semua upaya untuk menyingkirkannya dari jabatan tidak pernah berhasil, termasuk tuduhan yang akan gagal ini.

Penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung terhadap Netanyahu termasuk dugaan "menerima hadiah mahal dari para pengusaha, melakukan tawar-menawar dengan pemilik sekaligus penerbit Yediot Ahronoth, Arnon Moses untuk menyiarkan kepentingannya, serta keterlibatan kasus korupsi pembelian kapal selam dari Jerman."

Jika terbukti melakukan tindakan korupsi, Netanyahu dikabarkan harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Red : msa
Sumber : Anadolu

 

0 Komentar