Gedung Putih Tuduh Netanyahu Pembohong

14 Februari 06:33 | Dilihat : 494
Gedung Putih Tuduh Netanyahu Pembohong Trump dan Netanyahu (wkyt)

Washington (SI Online)-Gedung Putih membantah klaim Benyamin Netanyahu terkait aneksasi sejumlah tanah di Tepi Barat ke Israel. Menurut Gedung Putih, apa yang dikatakan Netanyahu adalah dusta.

Sikap Gedung Putih ini disampaikan menyusul pidato Netanyahu dalam rapat fraksi Likud. Dia menegaskan pentingnya koordinasi maksimal dengan Amerika, karena hubungan dengan Amerika adalah tabungan strategis untuk Israel dan pembangunan pemukiman Yahudi.

Netanyahu pada Selasa (12/2) mengaku, pihaknya dan Amerika sedang mengkaji rencana penyerahan pemukiman-pemukiman di Tepi Barat kepada Israel.

Gedung Putih melalui jubirnya Josh Ravell menyatakan, Amerika dan Israel tidak pernah mengkaji rencana tersebut. Donald Trump disebut tengah berkonsentrasi untuk mendamaikan Israel dan Palestina. Setiap laporan yang menyatakan bahwa AS membahas rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat untuk Israel adalah tidak benar.

Kabar ini memicu reaksi dari pemimpin PLO. Menurutnya, tiap tindakan yang berujung pada kekuasaan Rezim Zionis atas wilayah di Tepi Barat, akan meningkatkan ketegangan antara Palestina-Israel.

Juru bicara PLO menegaskan, tindakan sepihak terkait kekuasaan Israel atas pemukiman tidak akan mengubah apa pun, sebab pada dasarnya pembangunan pemukiman Yahudi adalah ilegal.

Analis dari Kanal 10 Israel mengatakan, pemerintah Amerika dibuat kaget dan marah atas statemen Netanyahu ini. Sebelumnya surat kabar Haaretz mengutip  pejabat senior Israel  mengatakan bahwa rencana Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat adalah langkah yang tidak tepat dan tidak mendapatkan restu dari Amerika Serikat.

Gedung Putih dikabarkan mengirim pesan ke kantor Netanyahu agar dia memberi penjelasan terkait pernyataan sepihaknya.

Menlu Amerika saat ini tengah melakukan kunjungan di Timur Tengah. Tujuan Rex Tillerson adalah mengembalikan Palestina ke meja perundingan. Dia dikabarkan mendengar statemen Netanyahu usai bertemu dengan el-Sisi, Presiden Mesir.

Menurut sumber-sumber Amerika, statemen Netanyahu bisa mengancam kunjungan Tillerson ke lima negara Arab.

Red : msa
Sumber : Liputan Islam/Maan News

0 Komentar