Amerika Kembali Shutdown

09 Februari 19:17 | Dilihat : 977
Amerika Kembali  Shutdown Kongres Amerika Gagal Mengesahkan Anggaran Pemerintah (Sumber : World Bulletin)

Washington (SI Online) -- Kongres Amerika kembali gagal mengatasi sidang Rancangan Anggaran Pemerintah yang diajukan Presiden Trump. Seperti dilansir World Bulletin (9/2), seorang senator Partai Republik Rand Paul seorang diri menyatakan menolak sidang pembahasan anggaran pemerintah.

Karena Senat membutuhkan seluruh jawaban "Ya" dari anggotanya yang berjumlah 100 orang, maka bisa dibilang kesepakatan bujet kembali gagal.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan pada Kamis (8/2) waktu setempat menutup layanan untuk publik mulai tengah malam setelah Senat menangguhkan  sidang pemungutan suara untuk memperpanjang pendanaan federal setelah tenggat waktu pukul 24.00, demikian menurut  AFP.

Majelis Tinggi Dewan Perwakilan Rakyat kesulitan mengatasi hambatan untuk mengesahkan rancangan undang-undang pendanaan pemerintah dan rencana anggaran ketika  senator Rand Paul dari Kentucky menolak menggelar sidang pemungutan suara cepat, dan ketuanya memilih untuk menutupnya dan membukanya kembali pukul 00.01 (0501 GMT) Jumat waktu setempat.

Kondisi itu terjadi setelah Kamis dini hari (8/2/2018) waktu setempat, Kongres tidak mencapai kesepakatan soal anggaran pemerintah. Pada awalnya, baik Demokrat dan Republik sama-sama menyetujui batas pengeluaran pemerintah selama dua tahun ke depan.

Total, pengeluaran hingga 2020 bakal mencapai 288 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 3.929 triliun. Rinciannya, program dalam negeri bakal menerima kucuran dana 128 miliar dolar AS, sekitar Rp 1.746 triliun.

Sedangkan sisanya, 160 miliar dolar AS atau Rp 2.183 triliun, digunakan untuk membiayai militer Negeri "Paman Sam".

Namun, Senator Rand Paul, seperti dilansir AFP, langsung menyatakan keberatannya atas anggaran tersebut. Sebab, bujet yang diajukan bakal membuat defisit AS semakin membengkak hingga 20 triliun dolar AS, atau sekitar Rp 272.909 triliun.

Dalam pidatonya, senator asal Kentucky itu mengatakan bahwa selama ini partainya, Republik, selalu mengkritik anggaran yang diajukan mantan Presiden Barack Obama.

Namun, ketika Presiden Donald Trump mengajukan anggaran yang sama besarnya, Republik malah diam saja. "Bukankah, ini yang merupakan definisi dari kemunafikan?" kecam Paul. "Saya tidak bisa diam saja ketika melihat partai saya mendukung hal ini," lanjutnya.

Red: msa
Sumber: World Bulltein/Antara/dll

0 Komentar