Umroh, UAS Temui Habib Rizieq di Mekkah

Minggu, 31 Desember 2017 - 13:08 WIB | Dilihat : 616
Umroh, UAS Temui Habib Rizieq di Mekkah UAS bertemu Habib Rizieq Syihab di Mekkah, Sabtu (30/12)

Jakarta (SI Online) - Mubaligh kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS), bertemu Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Syihab, di Mekkah, Arab Saudi.

Dari video yang banyak beredar di media sosial, pertemuan itu diselenggarakan di tempat tinggal Habib Rizieq di Mekkah pada Sabtu siang, 30 Desember 2017. UAS kebetulan sedang menunaikan ibadah umrah sejak Jumat.

Pertemuan yang juga diikuti jamaah Habib Rizieq, seperti dilansir Viva.co.id, nampak berlangsung hangat dan gayeng. Mereka dan jemaah tampak bercengkerama tentang berbagai macam topik. Bukan hanya para jemaah, dalam pertemuan tersebut juga hadir Ustaz Ahmad Al Habsyi dan Derry Sulaiman. 

Dalam foto yang beredar, Habib Rizieq tampak memeluk UAS begitu sang dai tiba di kediamannya. Dalam foto yang lain, sembari berbincang-bincang, Habib Rizieq menggenggam tangan UAS.

Satu di antara banyak hal yang dibincangkan dalam majelis itu ialah pertanyaan klarifikasi alias tabayun dari UAS kepada Habib Rizieq. UAS menanyakan, apa benar Habib Rizieq anti  NKRI? Habib Rizieq menjawab, "Menjaga NKRI harga mati bagi umat Islam dan bagi bangsa Indonesia."

UAS mula-mula menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Rizieq, yaitu pertama-tama adalah belajar kepada Habib Rizieq yang disebutnya sebagai "ulama, al mujahid, habibuna Habib Rizieq Syihab".

Dia menceritakan bahwa ulama-ulama besar Nusantara di masa lampau pergi ke Tanah Suci tak hanya untuk umroh atau berhaji, melainkan sekaligus menuntut ilmu. Dia menyebut sejumlah ulama besar, seperti Syekh Yusuf Al Makassari sampai Syekh Nawawi Al Jawi Al Bantani, yang kemudian mempunyai murid Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

"Maka," katanya menjawab maksud pertemuannya dengan Habib Rizieq, "kita pun untuk menimba ilmu beliau; ilmu kitabnya." Selain itu juga belajar pada Al Jamiah Ibnu Suud di Riyadh. "Bukan sekadar alim di depan komputer membuat jurnal, tetapi juga jihad fi sabilillah." 

0 Komentar