#Selamatkan Al Quds

10 Hari Perlawanan Palestina, 8 Syuhada dan 535 Korban Luka

Senin, 18 Desember 2017 - 16:34 WIB | Dilihat : 293
10 Hari Perlawanan Palestina, 8 Syuhada dan 535 Korban Luka Gerakan Intifadah Palestina

Gaza (SI Online) - Juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qudra mengatakan, Israel melanjutkan aksinya terhadap warga Palestina, mereka menargetkan warga sipil, paramedis dan ambulans di Jalur Gaza timur sebagai sasaran tembak mereka.

Dalam pernyataan persnya Ahad (17/12) tentara Zionis menggunakan kekuatannya secara berlebihan dalam menghadapi rakyat Palestina dengan menggunakan peluru tajam, gas air mata, peluru berlapis karet berlapis dan logam tajam disamping bom secara langsung. Dengan demikian jumlah syuhada yang gugur dalam aksinya selama ini terus meningkat.

Dia mengatakan, kebijakan sniping langsung oleh tentara Zionis menyebabkan gugurnya delapan dan luka-luka dari 535 lainnya di provinsi selatan.

Di kota Gaza, empat orang Palestina gugur, 133 orang terluka, tiga orang terbunuh, 151 terluka di Jabalya, dan 56 lainnya terluka di Jalur Gaza utara.

Diantara 535 yang terluka 480 diantaranya adalah orang dewasa dan 47 anak-anak, yang termuda dari mereka adalah bayi berusia 6 bulan, Yusuf Abu Shakian, selain delapan wanita, ibu dari anak Yusuf Abu Shakian.

Dia menambahkan, puluhan kasus pasien yang terkena tembakan gas air mata mengalami kram, mual, muntah dan detak jantung yang cepat dan batuk parah yang disebabkan oleh menghirup gas yang tidak diketahui oleh serdadu Zionis yang digunakan secara langsung dan intensif di wilayah timur Gaza. Selain itu lebih dari 400 warga dirawat di lapangan karena menghirup gas, termasuk Staf medis dan wartawan.

Zionis dengan sengaja menargetkan ambulans dengan peluru tajam dan karet serta gas air mata. Mereka telah merusak 14 ambulans dengan kondisi parah, termasuk 7 milik Palestina Red Crescent Society dan tujuh mobil milik kendaraan layanan medis.

Sementara itu, Qudrah menganggap pembunuhan terhadao Ibrahim Abu Thuroya dengan darah dingin adalah pelanggaran yang nyata-nyata terhadap hukum internasional. Mengingat kondisi Abu Thoroya yang mengalami cacat fisik. Mereka menjadikanya sebagai sasaran peluru tajam di kepalanya. Padahal Abu Thuroya bukan ancaman dan tidak membahayakan. Kondisi ini menunjukan rasisme penjajah dan keinginannya untuk membunuh sistematis.

Dengan ini Qudra meminta organisasi hak asasi manusia dan organisasi internasional serta kalangan independent dunia agar mengajukan tuntutan hukum dalam kejahatan internasional terhadap para pemimpin Israel atas kejahatan mereka.

red: adhila
sumber: infopalestina

 

0 Komentar