Turki: Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel akan Timbulkan Bencana

05 Desember 12:37 | Dilihat : 343
Turki: Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel akan Timbulkan Bencana Kota Yerusalem

Ankara, Turki (SI Online) - Juru Bicara Pemerintah Turki Bekir Bozdag mengatakan, tindakan yang akan dilakukan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel akan menjadi bencana buat wilayah tersebut. 

"Jika status Yerusalem diubah dan langkah lain dilakukan, bencana akan terjadi," kata Bekir Bozdag dalam satu taklimat setelah pertemuan Kabinet Turki, Senin 4 Desember 2017. 

Rakyat Israel atau Palestina atau yang lain takkan memperoleh keuntungan dari tindakan semacam itu, kata Bozdag, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Selasa (05/12). 

"Itu akan benar-benar menghapuskan proses perdamaian yang rapuh di wilayah ini, dan mengarah kepada konflik baru, pertikaian baru dan kerusuhan baru."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan percakapan telepon dengan timpalannya dari Palestina Mahmoud Abbas mengenai masalah tersebut, kata Bozdag tanpa memberi perincian lebih lanjut.

Selama kunjungan Abbas ke Turki pada Agustus, Erdogan memperlihatkan dukungan kuat buat Palestina, dan mendesak Pemerintah Israel agar mengakhiri upaya pendudukannya atas wilayah Palestina. Perbuatan Israel itu, katanya, mengancam kemungkinan penyelesaian dua-negara bagi konflik Palestina-Israel.

Erdogan juga berikrar Ankara akan melanjutkan upayanya bagi pengakuan Palestina di semua arena internasional.

Di dalam tindakan yang disambut oleh sebagian pihak dan kontroversi buat yang lain, Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada pekan ini.

Israel telah mencaplok bagian barat Jerusalem sejak berdirinya Negara Zionis Yahudi pada 1948. Pada 1967, setelah Perang Timur Tengah, Israel merebut bagian timur Yerusalem dari Jordania dan mengumumkan kedua wilayah tersebut sebagai ibu kotanya yang bersatu.

Tindakan itu tak pernah diakui oleh masyarakat internasional, termasuk sekutu paling dekat Israel, Amerika Serikat.

Sementara rakyat Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Yerusalem adalah tempat bagi semua kantor pemerintah Israel sementara kedutaan besar asing berada di Tel Aviv, dan kebanyakan hubungan dengan pemerintah Israel dilakukan di Yerusalem --ibu kota yang tak diakui oleh siapa pun.

sumber: ANTARA

0 Komentar