#Selamatkan Rohingya

Setelah Eksodus Rohingya, untuk Pertama Kalinya San Suu Kyi Kunjungi Rakhine

02 November 13:34 | Dilihat : 461
 Setelah Eksodus Rohingya, untuk Pertama Kalinya San Suu Kyi Kunjungi Rakhine Aung San Suu Kyi mengunjungi Rakhine. [foto: telegraph.co.uk]

Sittwe, Myanmar (SI Online) - Untuk pertama kalinya sejak eksodus Muslim Rohingya secara besar-besaran ke Bangladesh terjadi, pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengunjungi daerah-daerah yang dilanda konflik di negara bagian barat Rakhine pada Kamis (02/11). 

Seorang wartawan Reuters melihat Suu Kyi naik helikopter militer di Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine, sekitar pukul 9 pagi waktu setempat pada Kamis.

Juru bicara Zaw Htay mengatakan kepada Reuters bahwa Suu Kyi mengunjungi distrik perbatasan Maungdaw yang bermasalah, di mana lebih dari 600.000 anggota kelompok Rohingya tanpa kewarganegaraan telah menyeberang ke Bangladesh sejak 25 Agustus.

"Dia akan pergi ke Maungdaw dan saya tidak bisa memberikan rincian lebih lanjut," katanya.

Suu Kyi sebelumnya tidak pernah mengunjungi negara bagian Rakhine sejak memegang kekuasaan tahun lalu dan setelah kemenangan telak pada 2015. Mayoritas penduduk di Maungdaw adalah Muslim sampai krisis yang terjadi baru-baru ini

Suu Kyi didampingi oleh sekitar 20 orang yang bepergian dengan dua helikopter militer, termasuk pejabat negara dan petugas militer serta polisi, menurut wartawan Reuters.

Pebisnis Zaw Zaw, yang sebelumnya mendapat sanksi dari Departemen Keuangan AS, juga bersama pemenang Nobel itu.

Suu Kyi meluncurkan sebuah inisiatif bulan lalu untuk membantu rehabilitasi dan pemukiman kembali di Rakhine dan meminta konglomerat berkontribusi dalam proyek tersebut.

Dia telah berjanji bahwa pengungsi yang dapat membuktikan bahwa mereka adalah penduduk Myanmar akan diizinkan untuk kembali, namun ribuan orang terus tiba di Bangladesh baru-baru ini seperti semalam.

Setelah kunjungan ke Myanmar minggu ini, Asisten Komisaris Tinggi PBB Volker Turk menyerukan akses kemanusiaan yang tidak terbatas untuk masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyerukan pengembalian pengungsi secara sukarela dengan aman dan bermartabat. []

0 Komentar