Pengadilan Mekah Putuskan Korban Crane tak Dapat Uang Diyat dari Kontraktor

25 Oktober 10:43 | Dilihat : 598
Pengadilan Mekah Putuskan Korban Crane tak Dapat Uang Diyat dari Kontraktor Ilustrasi: MUsibah jatuhnya crane di Masjidil Haram.

Jakarta (SI Online) -  Pengadilan Mekah, Arab Saudi memutuskan, korban crane jatuh di Mekah pada 2015 lalu tidak akan mendapatkan uang diyat atau pembayaran denda --dalam hal ini dari kontraktor--. Seperti diketahui, musibah crane jatuh itu terjadi saat proses perluasan Masjidil Haram.

Laman Saudi Gazette melaporkan, hal tersebut diputuskan setelah disebutkan bahwa kecelakaan atau musibah yang terjadi tak lain karena faktor alam, sehingga tak ditemukan adanya kekeliruan manusia yang menjadi faktor.

Diketahui bahwa 108 orang tewas dan 238 orang lainnya mengalami luka-luka tatkala crane terjatuh di proyek perluasan bangunan dinding bagian timur Masjidil Haram pada 2015. Para korban juga ada yang berasal dari Indonesia.

Sementara itu, pihak pengurus dua masjid utama di wilayah Raja Salman saat menginspeksi lokasi mengatakan bahwa seluruh korban akan mendapatkan santunan. Raja sebelumnya memerintahkan bahwa korban tewas akan mendapatkan santunan SR1 juta, sementara korban luka akan mendapatkan SR500 ribu. 

Hakim pengadilan sebelum putusan itu telah melakukan pemeriksaan mesin, teknis, dan geofisika menyatakan tak ada yang salah dengan penempatan crane oleh Binladin Group tersebut.

"Jadi crane berada pada posisi yang seharusnya dan selayaknya sudah aman. Tak ada kelalaian yang berakibat pada kecelakaan," rilis pengadilan.

Juga dilansir Aljazeera, Pengadilan Saudi memutuskan bahwa Saudi Bin Ladin Group tak wajib memberikan ganti rugi terhadap para korban.

Sementara itu terkait uang santunan yang dijanjikan Raja Salman, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan bahwa proses pencairan santunan bagi jemaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di komplek Masjidil Haram sudah selesai.

"Uang santuan tersebut sudah siap diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada para korban," kata Agus dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (29/8/2017) lalu.

Agus mengaku bahwa dia sudah menerima nota diplomatik yang sifatnya sangat segera, pada Senin (28/08/2017).

Isinya, menyatakan bahwa tim verifikasi Pemerintah Arab Saudi telah selesai melakukan tugasnya untuk menentukan siapa saja jemaah haji yang mendapat santunan dari Raja Arab Saudi, Salman AbdulazizAl-Saud.

"Karena sifatnya sangat segera, maka kami akan lakukan sangat segera juga. Diplomasi terkait masalah ini selalu dilakukan," kata Agus.

Menurut Agus, dalam surat tersebut juga tercantum daftar nama jemaah haji yang mendapat dana santunan.

Dia melanjutkan, penetapan penerima dana santunan ini sangat lama atau sampai dua tahun setelah kejadian. Lantaran, banyak nama-nama jemaah yang bukan korban crane turut meminta santunan.

"Nama tersebut keluar berdasarkan verifikasi, tes DNA dan proses lain yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi," tutur Agus.

red: abu faza/dbs

0 Komentar