#Selamatkan Al Aqsha

Israel Bongkar Detektor Logam di Pintu Al-Aqsha, Diganti Pengawas Pintar

25 Juli 10:17 | Dilihat : 562
Israel Bongkar Detektor Logam di Pintu Al-Aqsha, Diganti Pengawas Pintar Detektor logam di kawasan Masjid Al-Aqsa Yerusalem dibongkar. [Reuters]

Jakarta (SI Online) - Israel memutuskan membongkar alat pemindai detektor logam yang dipasang di pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsha, Palestina, Selasa (25/7/2017). 

Perangkat keamanan Israel itu diganti dengan peralatan pengawasan yang tidak begitu mencolok yang disebut "pengawas pintar". 

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan untuk membongkar pelacak logam di gerbang masuk setelah pertemuan yang berlangsung beberapa jam dalam sidang yang digelar untuk kedua kalinya pada Senin (24/7/2017), setelah sidang pertama sehari sebelumnya terhenti.

Pernyataan mengenai pembongkaran pintu berpelacak logam itu dikeluarkan setelah forum para menteri senior menyimpulkan hasil pertemuannya dengan menyatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk bertindak atas rekomendasi dari badan keamanan dan mengganti pelacak logam dengan alat pengawas pintar.

Reuters menyaksikan bahwa di Kota Tua para pekerja sedang memasang tiang logam di beberapa jalan batu untuk memasang kamera TV sirkuit tertutup (CCTV). Media Israel mewartakan bahwa pemerintah berencana berinvestasi pada sistem kamera yang canggih.

Menurut pernyataan kabinet tersebut, pemerintah sudah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dolar AS) untuk pengadaan peralatan dan pengerahan polisi tambahan.

Keputusan pada Selasa (25/7/2017) untuk mengganti pelacak logam tersebut datang setelah Netanyahu sebelumnya tidak menyerah pada tekanan Palestina, dengan mengatakan pada Ahad bahwa perangkat tersebut akan tetap terpasang.

Namun, saat kekerasan meningkat di daerah Yerusalem, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penghentian semua hubungan resmi dengan Israel, dan kritik internasional terus datang menekan Israel.

Netanyahu makin terdesak menyusul insiden penembakan mematikan di kedutaan Israel di Yordania pada Ahad, ketika seorang petugas keamanan Israel diserang dan menembak mati dua warga Yordania.

Sementara Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nikolay Mladenov sebelumnya memperingatkan seriusnya dampak sengketa di kawasan suci Haram al Sharif.

Mladenov mengatakan ketegangan harus sudah mereda sebelum salat Jumat pekan ini. Kalau tidak sengketa akan makin meningkat dan bisa memicu ketegangan di seluruh negara Muslim.

"Sangat penting untuk ditemukan solusi atas krisis yang tengah terjadi ini sebelum hari Jumat pekan ini. Saya berpandangan, ketegangan di lapangan akan makin parah jika hingga salat Jumat tidak ada jalan keluarnya," kata Mladenov kepada para wartawan usai mengikuti pertemuan Dewan Keamanan di New York kemarin waktu setempat.[]

1 Komentar