Sebut Raja Salman Maha Penyantun, Jurnalis Al Jazirah Dijatuhi Sanksi

04 Juli 15:56 | Dilihat : 651
Sebut Raja Salman Maha Penyantun, Jurnalis Al Jazirah Dijatuhi Sanksi Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud.

Riyadh (SI Online) - Gara-gara menyebut pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, sebagai Maha Penyantun, seorang jurnalis Arab Saudi dilaporkan mendapatkan sanksi. Jurnalis yang diketahui bernama Ramadan mendapat hukuman skorsing dari tempat dia bekerja, yakni surat kabar Al Jazirah untuk batas waktu yang tidak diketahui.

Anzi dihukum karena menyebut Raja Salman sebagai al-Halim, atau Maha Penyantun. Al-Halim adalah salah satu dari 99 sebutan untuk Allah, atau yang disebut juga dengan Asmaul Husna. 

Hukuman kepada Anzi dijatuhkan setelah adanya aduan langsung dari Raja Salman. Pemimpin Saudi itu menulis sebuah surat protes kepada Al Jazirah melalui Kementerian Kebudayaan dan Informasi Saudi.

"Masalah seperti itu telah mengganggu kita dan kita tidak dapat menerima atau mentolerirnya. Kami tidak menginginkannya dan kami tidak mengakuinya. Kami sangat menyadari keseriusan dan bahaya bersikap lunak terhadapnya," kata Raja Salman, sepeti dilansir Russia Today pada Selasa (4/7).

"Semua surat kabar dan media harus menyadari sepenuhnya, bahwa hal-hal tersebut tidak boleh dipublikasikan dan bahwa semua pihak yang tidak mematuhi akan dimintai pertanggungjawabannya," sambungnya.

Al Jazirah sendiri dilaporkan bukan hanya memberikan hukuman kepada Anzi, namun mereka juga telah menyampaikan permintaan terbuka kepada Raja Salman. 

sumber: sindonews.com

0 Komentar