#Referendum Konstitusi Turki

Kejaksaan Turki Selidiki 17 Pejabat AS Terkait Kudeta

16 April 10:36 | Dilihat : 660
Kejaksaan Turki Selidiki 17 Pejabat AS Terkait Kudeta Presiden Erdogan.

Ankara (SI Online) - Kejaksaan Turki telah meluncurkan penyelidikan terhadap 17 politisi, birokrat dan akademisi Amerika Serikat (AS) sehubungan kudeta yang gagal pada tahun lalu. Penyelidikan ini dilakukan ditengah-tengah referendum kontitusi.

Sejumlah pejabat intelijen AS masuk dalam penyelidikan termasuk mantan Direktur CIA John Brennan, mantan Deputi Direktur CIA David Cohen, dan pemimpin kelompok minoritas Senat Chuck Schumer. Para pejabat itu dituduh berkolaborasi dengan kelompok-kelompok perlawanan Turki untuk menggulingkan Presiden Erdogan, begitu bunyi laporan kantor berita Turki yang dikelola negara.

Juga disebutkan tokoh lain yang masuk dalam penyelidikan yaitu Preet Bharara, mantan pengacara AS untuk Distrik Selatan New York dan Henri Barkey, direktur Program Timur Tengah di Wilson Center seperti dikutip dari Independent, Ahad (16/4/2017).

Kantor Kepala Jaksa Penuntut Umum di Istanbul berencana untuk menyelidiki masuknya individu ke Turki, pertemuan mereka sementara di sana, dan ikatan apapun untuk ekspatriat Turki Fethullah Gulen dan gerakan Gulenist yang didirikannya.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan The Independent, Barkey membantah siapa pun dalam daftar itu telah berhubungan dengan Gulen. Para pejabat Turki, ia klaim, meluncurkan penyelidikan untuk membangkitkan sentimen anti-Barat jelang referendum konstitusi di negara itu.

“Harus memiliki surat dakwaan yang besar untuk mantan kepala CIA, mantan jaksa AS dari New York, ini adalah salah satu sedikit pengingat kepada publik bahwa orang asing jahat adalah orang-orang yang mengorganisir upaya kudeta,” kata Barkey.

Referendum Turki yang dihelat hari ini bisa menggeser sistem pemerintahan Turki dari parlemen menjadi presidensial. Sistem ini memperluas kekuatan Erdogan atas keamanan nasional, sistem peradilan, dan banyak lagi. 

Survei dari perusahaan polling Konda menunjukkan sebanyak 51 persen warga Turki akan memilih 'Ya' saat referendum. 

red: abu faza
sumber: sindonews.com

0 Komentar