Beruntun Bom Meledak di Gereja, Mesir Berlakukan Status Darurat

10 April 11:33 | Dilihat : 280
Beruntun Bom Meledak di Gereja, Mesir Berlakukan Status Darurat Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi

Kairo (SI Online) - Bom meledak di sebuah gereja Kristen Koptik Mesir ketika ritual Minggu Palem berlangsung dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi pemerintah. Akibat ledakan itu, 44 orang tewas. 

Tak hanya merenggut 44 orang, puluhan orang lainnya juga terluka. Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Atas peristiwa ini, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan status darurat selama tiga bulan di negaranya. Dia juga menyerukan masyarakat internasional mendukung Mesir dan negara-negara yang berjuang melawan teroris.

Ada dua bom yang mengguncang kawasan Alexandria dan Tanta kemarin, yakni serangan bom di gereja Kristen Koptik di Mesir utara, dan gereja Kristen Koptik di Alexandria. 

“Al-Sisi umumkan keadaan darurat selama tiga bulan,” tulis Al Arabiya, mengutip pidato Sisi di Istana Presiden.

Serangan terhadap gereja itu membuat warga Muslim Mesir bersolidaritas. Mereka mendonorkan darah untuk para korban ledakan bom. 

Seorang warga Tanta, Mohammed Ahmad Hassan, menyatakan, pihak pengurus masjid telah mengumuman kegiatan donor darah tak lama setelah ledakan terjadi.

"Pengurus masjid menggunakan pengeras suara yang digunakan untuk memanggil orang-orang di kota untuk berangkat ke masjid dan menyumbangkan darah guna membantu orang yang terluka oleh serangan tersebut. Seruan itu muncul setelah stok darah di rumah sakit mulai habis," ucap Hassan.

"Tampaknya, mayoritas yang datang ke masjid adalah masyarakat Muslim. Saat ini ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum di mana korban terluka dirawat,” ujarnya.

red: farah abdillah
sumber: reuters.tv/sindonews.com

0 Komentar