PBB Tarik Laporan yang Sebut Israel Rasis dan Lakukan Politik Apartheid

19 Maret 15:27 | Dilihat : 490
PBB Tarik Laporan yang Sebut Israel Rasis dan Lakukan Politik Apartheid Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk ESCWA Rima Khalaf

New York (SI Online) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menarik laporan soal tindakan apartheid Israel di wilayah Palestina yang diduduki. 

AS sedari awal menolak laporan tersebut dan mendesak PBB untuk segera menarik laporan itu. Kurang dari sepekan semenjak laporan yang dirilis oleh Komisi PBB untuk Ekonomi dan Sosial Asia Barat (ESCWA) itu dirilis, PBB akhirnya takluk oleh tekanan AS, dan menarik laporan tersebut.

Melansir Al Arabiya pada Ahad (19/3), akibat pencabutan ini Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk ESCWA Rima Khalaf menyatakan mundur. Rima mengaku kecewa dengan sikap yang diambil oleh PBB, khususnya oleh Sekretaris Jenderal PBB.

"Saya tidak merasa heran negara-negara anggota, yang sekarang memiliki pemerintah yang tidak memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai hak asasi manusia internasional, akan unjuk diri untuk intimidasi ketika mereka merasa sulit untuk mempertahankan kebijakan dan praktik melanggar hukum mereka," kata Rima.

"Ini adalah hal normal bagi para penjahat untuk memberikan tekanan dan serangan kepada mereka yang mengajukan tuntutan atas nama para korban," sambungnya.

Mundurnya Rima ini mendapat sambutan sinis dari pewakilan AS dan Israel di PBB. Duta Besar Israel untuk Danny Danon menyatakan, sosok seperti Rima, yang anti terhadap Israel seharusnya tidak diberi tempat di PBB. 

PBB mengungkap alasan mengapa mereka akhirnya menarik laporan mengenai tindakan apartheid yang dilakukan Israel di tanah Palestina yang diduduki. 

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric menyatakan, penarikan laporan ini bukan disebabkan oleh isi dari laporan tersebut. Namun, karena laporan ini dirilis tanpa adanya konsultasi dan izin dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

"Ini bukan tentang isi dari laporan tersebut, tapi ini mengenai proses," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (19/3).

"Sekretaris Jenderal tidak dapat menerima seorang Wakil Sekretaris Jenderal atau pejabat PBB senior lainnya yang melaporkan kepadanya akan mengotorisasi publikasi dengan nama PBB, di bawah logo PBB, tanpa berkonsultasi dengan departemen yang kompeten dan bahkan dirinya sendiri," sambungnya.

Salah satu penulis laporan tersebut yakni Richard Falk yang merupakan mantan penyelidik Dewan HAM PBB untuk wilayah Palestina, telah menuduh Amerika Serikat (AS) menjadi bias terhadap Israel. AS adalah pihak yang menuntut dicabutnya laporan tersebut.

red: abu faza
sumber: sindonews.com

0 Komentar