423 Muslim Rohingya Termasuk Bocah 10 Tahun Ditahan Militer Myanmar

18 Maret 14:50 | Dilihat : 707
423 Muslim Rohingya Termasuk Bocah 10 Tahun Ditahan Militer Myanmar Ilustrasi: Muslim Rohingya. [foto: indianexpress.com]

Sittwe (SI Online) - Militer Myanmar menahan 423 warga Muslim Rohingya, termasuk di dalamnya bocah 10 tahun atas tuduhan berhubungan dengan para pejuang. Ratusan warga Rohingya itu ditangkap sejak 9 Oktober 2016, ketika para milisi menyerang tiga pos polisi Myanmar di dekat perbatasan Bangladesh.

Data jumlah warga Rohingya yang ditahan aparat Myanmar itu berasal dari dokumen otoritas keamanan Myanmar yang dilihat Reuters. Dari ratusan warga Rohingya yang ditahan, terdapat 13 remaja.

Dokumen itu tertanggal 7 Maret 2017. Polisi Myanmar menyatakan beberapa anak telah mengaku bekerja sama dengan para pejuang. Mereka sedang ditahan jauh dari para tersangka yang berusia dewasa.

Pemerintah Myanmar melalui seorang juru bicara juga menegaskan bahwa anak-anak tersebut ditahan dalam operasi militer. 

Menurut Pemerintah Myanmar, pihak berwenang telah mengikuti aturan hukum. Sementara versi Pemerintah Myanmar, saat ini hanya lima remaja Rohingya yang masih ditahan.

Pemimpin partai NLD Aung San Suu Kyi, yang mengambil alih kekuasaan hampir setahun yang lalu, telah berada di bawah tekanan internasional atas dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan militer Myanmar. Berbagai pelanggaran itu termasuk pembunuhan, pemerkosaan dan penahanan massal terhadap warga Rohingya.

Menurut dokumen tersebut, 423 warga Rohingya ditahan di bawah hukum era kolonial. Semua tahanan laki-laki. Rata-rata mereka berusia 34 tahun, meski ada yang termuda yakni 10 tahun dan tertua 75 tahun.

Satu dari mereka telah dicoret dan ditandai “meninggal”. Dua kapten polisi di Maungdaw, telah mengonfirmasi kebenaran dokumen setebal 11 halaman itu.

”Kami polisi, harus menangkap orang-orang yang terkait dengan penyerang, anak-anak atau bukan, tapi pengadilan yang akan memutuskan apakah mereka bersalah, kami  tidak bisa memutuskan,” kata Kapten Polisi Than Shwe, Jumat (17/3/2017). 

red: farah abdillah
sumber: sindonews.com
 

0 Komentar