Partai Wilders Kalah, Eropa Lega

16 Maret 14:28 | Dilihat : 1469
 Partai Wilders Kalah, Eropa Lega Ketua VVD Belanda Mark Rute (tengah). [foto: telesurtv.net]

Amsterdam (SI Online) -  Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa, termasuk partai pimpinan PM Mark Rutte,  diuntungkan oleh tingginya angka pemilih. Partisipasi dalam pemilihan umum kali ini mencatat rekor tertinggi selama 30 tahun, dengan 81% pemilih.

Partai Kebebasan yang anti-Islam, pimpinan Geert Wilders, yang dicemaskan menang besar ternyata hanya memperoleh 18% suara, dan Partai pimpinan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen.

(Baca: Partai Anti-Islam Pimpinan Wilders Kalah dalam Pemilu Belanda)

Dunia memantau Pemilu Belanda ini dengan seksama, sebagai indikasi bagaimana partai-partai populis anti pendatang itu mendapat dukungan dalam pemilu di sejumlah negara Uni Eropa lain.

Perancis akan menyelenggarakan pemilihan presiden bulan depan, sementara Jerman akan mengadakan pemilihan umum pada bulan September.

Sehingga kemenangan partai PM Rutte dan terpuruknya partai Geert Wilders disambut dengan rasa lega oleh para pemimpin Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel segera menelpon PM Rutte untuk mengucapkan selamat, sementara Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel melakukannya lewat cuitan di Twitter.

Martin Schulz, mantan presiden Parlemen Eropa mengatakan ia merasa 'lega' bahwa partai pimpinan Wilders kalah. "Kita harus terus berjuang bagi Eropa yang bebas dan terbuka," cuitnya. 

Kendati menang, partai VVD pimpinan PM Rutte akan perlu melakukan koalisi dengan partai lain untuk bisa membentuk pemerintahan.

VVD telah mengesampingkan koalisi dengan Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders, namun tidak dua runner up lain, partai Kristen Demokrat (CDA), dan Demokrat 66 (D66) partai, yang keduanya pro-Uni Eropa. CDA mengungkapkan kepuasan atas hasil pemilu dan menyatakan siap membantu membentuk koalisi.

VVD akan membutuhkan setidaknya tiga partai lain sebelum dapat mengamankan mayoritas. Oleh karena itu, partai-partai kecil lainnya akan bisa menjadi penentu.

Ketegangan sempat menyelimuti para anggota partai VVD yang berkuasa.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Kiri Hijau mendapat dukungan kuat pula dengan memenangkan total 16 kursi, melonjak jauh dari empat kursi sebelumnya.

Partai Sosialis memperoleh 14 kursi, sementara partai kiri lain yang merupakan mitra koalisi VVD sebelumnya, Partai Buruh, melorot darin 38 kursi menjadi hanya sembilan.

red: abu faza
sumber: BBC Indonesia

0 Komentar