#Safari Dakwah Dr Zakir Naik

Aneh, Kaum Minoritas Malaysia Protes Kehadiran Zakir Naik

09 Maret 08:58 | Dilihat : 1566
Aneh, Kaum Minoritas Malaysia Protes Kehadiran Zakir Naik Dr Zakir Abdul Karim Naik saat wawancara di Jakarta, Jumat (03/03).

Kuala Lumpur (SI Online) - Dewan Kosultatif Lintas Agama Buddha, Kristen, Hindu, Sikh, dan Tao (MCCBCHST) Malaysia meminta pemerintah melarang ulama kondang Dr Zakir Naik masuk ke negara tersebut. Mereka mengklaim ceramah Zakir dinilai menghasut kebencian terhadap kelompok agama lain.

Dewan lintas agama ini menyerukan Pemerintah Malaysia untuk mencabut visa yang diberikan kepada ulama asal India itu. Desakan disampaikan melalui sebuah pernyataan yang diterbitkan Rabu (08/03) kemarin.

”Malaysia memiliki reputasi sebagai (negara) demokrasi yang toleran, multi-agama dan pluralistik. Ini juga posisinya sebagai negara Muslim moderat,” bunyi pernyataan MCCBCHST, seperti diberitakan Sindonews.com.

”Pemuka agama yang bahkan bahkan oleh otoritas negaranya dinyatakan memiliki kecenderungan untuk menghasut kebencian dan penghinaan pada praktik, ritual dan makanan dari kelompok etnis agama lain adalah benar-benar tidak dapat diterima,” lanjut pernyataan dewan tersebut, seperti dikutip dari The Star, Kamis (9/3/2017).

Dewan itu menyatakan bahwa di pasal tertentu dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Malaysia menyatakan bahwa aparat pemerintah wajib melindungi warga dari tindakan yang menyinggung perasaan keagamaan orang lain.

Menurut dewan lintas agama tersebut, Zakir sangat provokatif terhadap masyarakat non-Muslim. Dewan itu juga menuding Zakir telah dilarang memasuki negara-negara tertentu.

”Dewan mendukung kebebasan berbicara dan berekspresi, tetapi setiap wacana yang menyentuh pada agama dan keyakinan harus tunduk pada parameter yang ditetapkan dalam KUHP pada umumnya,” imbuh pernyataan dewan lintas agama tersebut.

”Oleh karena itu, MCCBCHST menyerukan kepada pemerintah untuk mencabut visa yang diberikan kepada Dr Zakir Naik.”

Mengenai tuduhan-tuduhan miring ini, Zakir Naik telah menjelaskan bahwa tudingan terhadap dirinya sebagai seorang radikalis, ekstremis, dan teroris adalah mengada-ada.

"Seperti kita ketahui, musuh-musuh Islam selalu menggunakan cara untuk mencegah saya datang ke suatu negara dengan tuduhan membawa paham radikal dan terorisme," kata Zakir kepada sejumlah jurnalis Muslim Indonesia, di Jakarta, Jumat (03/03) pekan lalu. 

Zakir mengaku, hingga saat ini dirinya sudah memberi ceramah lebih dari 2000 kali. "Saya justru  akan menantang jika ada ceramah yang mempromosikan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Yang selama ini terjadi adalah orang-orang yang suka memotong-motong ceramah saya, seperti halnya memotong ayat Alquran," jelasnya. 

Seperti ditulis Wikipedia, Malaysia adalah masyarakat multi-agama dengan Islam sebagai agama resminya. Menurut hasil Sensus Penduduk dan Perumahan 2000, hampir 60,4 persen penduduk memeluk agama Islam; 19,2 persen Buddha; 9,1 persen Kristen; 6,3 persen Hindu; dan 2,6 persen Agama Tionghoa tradisional. Sisanya dianggap memeluk agama lain, misalnya Animisme, Agama rakyat, Sikh, dan keyakinan lain; sedangkan 1,1% dilaporkan tidak beragama atau tidak memberikan informasi. 

red: abu faza

0 Komentar