Belum Semua SMA/SMK di Jatim Siap UNBK

14 Februari 14:09 | Dilihat : 201
Belum Semua SMA/SMK di Jatim Siap UNBK Ilustrasi

Surabaya (SI  Online) – Pelaksanaan Ujian asional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) bersamaan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta, tinggal dua bulan lagi yaitu tepatnya pada 2-4 April. Padahal hingga saat ini, se-Jawa Timur masih terdapat  lebih 300 sekolah  yang belum siap. Diantaranya paling menonjol, karena belum memiliki piranti komputer dalam jumlah yang dapat mencukupi jumlah siswa peserta ujian.

Di samping piranti komputer, muncul pula sejumlah kendala lain yang harus segera dibenahi, berkejaran dengan waktu pelaksanaan UNBK yang tinggal dua bulan ke depan.  Sejumlah kendala tersebut muncul dan diketahui, terutama ketika Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur akhir pekan lalu menggelar  tahapan kedua try out pelaksanaan UNBK serentak di jenjang SMA dan SMK.

Kendala yang muncul, meliputi bukan saja masalah hambatan teknis. Melainkan juga  terkait kesiapan sekolah  untuk mengikutkan siswanya dalam Ujian model UNBK. Hingga  saat ini belum seratus persen menunjukkan kesiapan. Seperti yang dicatat Suara Islam Online, seperti pada pelaksanaan UNBK tahun ajaran  2016/2017 lalu, di ujung timur Pulau Madura di Kabupaten Sumenep, masih terdapat  12 sekolah jenjang SMA---terutama di wilayah kepulauan---belum dapat mengikuti UNBK karena ketiadaan piranti komputer, kalau saja sudah ada, dalam jumlah yang belum memadai.  Lebih  dari 200 orang siswa ketika itu, harus melaksanakan ujian masih manual, dengan menggunakan kertas dan pensil.  

Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur mengungkap, dari dua tahapan pelaksanaan tryout yang telah dilakukan, diantara persoalan yang muncul, teramati  pada sejumlah sekolah yang telah dapat mengikuti tryout adalah kelancaran koneksi pada  jaringan internet. “Koneksi internet antarsekolah kedapatan belum semuanya bagus. Diantaranya yang masih menjadi kendala ada yang lambat,” ungkapnya.

Dari kendala kelancaran jaringan internet itu saja, pada saat pelaksanaan tryout yang lalu, mengakibatkan tidak sedikit sekolah yang masih sulit melakukan sinkronisasi dengan server, untuk bisa dengan cepat mengakses soal ke komputer peserta tryout UNBK. Dari temuan kendala akses pada jaringan komputer tersebut, harus segera dibenahi. 

Kendala lain yang dikhawatirkan muncul saat pelaksanaan UNBK adalah putusnya catu daya listrik dari PLN. Mengantisipasi kendala ini, sudah dilakukan koordinasi dengan PLN. “Kendati demikian kami tetap upayakan agar di setiap sekolah dapat menyediakan generator set (genset),” tambah Kadisdik. 

Kesiapan Siswa

Pada bagian lain Kadisdik Jawa Timur juga mengungkap selama dua tahapan pelaksanaan tryout UNBK, permasalahan lain yang juga muncul adalah masalah kesiapan siswa. Kenyataan belum semua calon peserta UNBK baik pada jenjang pendidikan SMA dan SMK, benar-benar telah memahami telknis pelaksanaan UNBK.

Bahkan  kenyataan,  sekolah di jenjang SMA dan SMK Negeri dan Swasta se-Jawa Timur belum semua dapat mengikuti tahapan tryout UNBK. Penyebabnya, diantaranya hingga saat ini sekolah-sekolah tersebut belum memiliki piranti komputer dalam jumlah yang mencukupi untuk pelaksanaan ujian. 

Suara Islam Online juga mencatat, pada pelaksanaan UNBK tahun-tahun sebelum ini, bagi sekolah yang belum dapat menyediakan piranti komputer sehingga berjumlah sebanding dengan jumlah siswa peserta, diantaranya kemudian dilaksanakan penggabungan dengan sekolah lain.  Disamping itu juga ada yang untuk menyesuaikan jumlah komputer yang ada, kemudian melaksanakan UNBK dalam beberapa  gelombang. Jika pada memang  tidak lagi memungkinkan dilakukan penggabungan sekolah, maupun pelaksanaan ujian bergelombang, maka seperti yang terjadi tahun lalu  di Kabupaten Sumenep, siswa melaksanakan ujian manual, menggunakan kertas soal  dan pinsil untuk memberi jawaban.

Sementara Heri Triyono, Kepala Seksi Kurikulum Bidang SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur mengungkap, untuk jenjang pendidikan SMK , saat ini tengah dilakukan penanganan untuk upaya mengatasi kendala yang muncul selama dilaksanakan tahapan Tryout. “Kini segera dilakukan distribusi piranti komputer dan server untuk sekolah-sekolah,” katanya memastikan.

Heri Triyono menyebut, telah ditargetkan sebelum pelaksanaan tryout UNBK tahapan ke tiga atau tahapan terakhir  dalam bulan Maret mendatang,  seluruh sekolah di jenjang pendidikan SMK telah lengkap memiliki piranti komputer untuk mengikuti UNBK. Karena, pada  tryout tahapan terakhir tersebut, seluruh sekolah dan seluruh siswa sudah harus mengikuti.

Hingga saat ini, lanjut Heri Triyono, jumlah sekolah yang belum memiliki piranti untuk pelaksanaan UNBK masih cukup banyak. “Di jenjang SMK saja masih lebih dari 300-an sekolah. Jumlah tersebut belum termasuk jenjang SMA,” ungkapnya dengan tidak mengungkap jumlah sekolah SMA  se-Jawa Timjur yang belum siap seratus persen untuk mengikuti UNBK,  karena belum memiliki piranti komputer yang lengkap.

Diperoleh keterangan, dalam tahun ini Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan distribusi tambahan dua ribu unit komputer, disamping juga sejumlah server untuk sekolah jenjang SMA dan SMK se-Jawa Timur. Tambahan komputer dan server tersebut, segera didistribusikan dan ditargetkan sudah dapat dipergunakan pada UNBK awal April mendatang. 

Rep: Muhammad Halwan/dbs      

0 Komentar