Sejumlah Ulama Hadiri Syukuran Villa 288 di Jasinga Bogor

09 Februari 09:00 | Dilihat : 993
Sejumlah Ulama Hadiri Syukuran Villa 288 di Jasinga Bogor Sejumlah Ulama dan tokoh masyarakat berkumpul di Villa 288 milik H Ade Syaifurrahim di Jasinga Bogor

Bogor (SI Online) - Sejumlah Ulama, tokoh masyarakat dan puluhan santri menghadiri acara syukuran pembangunan penginapan milik pengusaha Muslim H Ade Syaifurrahim di Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Kamis malam (8/2/2018). 

Para Ulama tersebut antara lain KH Roudl Bahar dan KH Taufiqurrahman, mereka didampingi tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Bogor Raya seperti Ustaz Iyus Khaerunnas, Ustaz Abdul Halim dan lainnya. Hadir pula pasangan calon Bupati Bogor Ade Whardana dan Asep Ruhiyat.

Ade dalam sambutannya mengatakan, penginapan yang diberi nama "Villa 288" itu diharapkan bisa bermanfaat untuk umat dan mendatangkan keberkahan. Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan momen berkumpulnya tokoh masyarakat dan warga sekitar itu untuk berkonsolidasi menguatkan Ukhuwah Islamiyah

"Apalagi kondisi sekarang keamanan para Ulama sepertinya sudah mulai terancam, belum lama ini ada dua kasus di Bandung yang menganiaya Ulama. Oleh karena itu umat Islam tidak boleh diam, kita harus berjuang melawan ini. Mari kita amankan lingkungan untuk mengantisipasi adanya serangan-serangan seperti dalam kasus tersebut," ujar Ade.

Sementara itu, syukuran dipimpin oleh KH Roudl Bahar. Ulama yang akrab disapa Abah Roudl itu menyampaikan tausiyah sekaligus memimpin khataman Alquran 30 juz oleh para santri dan jamaah. "Kita kumpul disini dalam rangka syukuran kepada Allah atas anugerah berupa titipan harta dunia kepada Haji Ade, dan kita tidak dikatakan bersyukur apabila telah melewati empat syarat syukur," ungkapnya.

Kata Abah, syarat syukur yang pertama adalah senantiasa mengingat Allah. Menurutnya, segala sesuatu bukan milik kita tetapi hanya titipan Allah. "Kedua, kita harus taat kepada pemberi nikmat. Seandainya seseorang mengucapkan seribu kali kata syukur tetapi tidak taat perintah Allah, maka itu belum masuk kategori bersyukur," jelasnya.

Ketiga, lanjut Abah, kita harus menggunakan semua nikmat sesuai kehendak Allah. "Mudah-mudahan harta titipan kepada kita digunakan sesuai apa yang dikehendaki Allah," imbuhnya. Dan yang terakhir adalah memelihara nikmat Allah.

Selain itu, Abah juga berpesan kepada Ade agar senantiasa hidup sesuai aturan Islam khususnya tentang mengelola harta yang dititipkan Allah. "Sepertiga untuk agama, sepertiga untuk keluarga dan sepertiga lagi untuk usaha. Ini yang dilakukan para sahabat Nabi. Oleh karena itu kita doakan beliau diberikan usia yang berkah lahir batin, dan dikumpulkan bersama sahabat yang dikenal kekayaannya yakni Abdurrahman bin Auf kelak di surga juga tentunya dengan Nabi Muhammad SAW," tandas Abah.

red: adhila

0 Komentar