Gerebek Toko Obat Ilegal, Anggota FPI Malah Dijadikan Tersangka

Minggu, 31 Desember 2017 - 00:08 WIB | Dilihat : 774
Gerebek Toko Obat Ilegal, Anggota FPI Malah Dijadikan Tersangka Puluhan anggota FPI Cabang Pondokgede, Kota Bekasi mendatangi Kantor Polres Metro Bekasi Kota, di Jalan Pramuka, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Sabtu sore (30/12).

Bekasi (SI Online) - Puluhan anggota FPI Cabang Pondokgede, Kota Bekasi mendatangi Kantor Polres Metro Bekasi Kota, di Jalan Pramuka, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Sabtu sore (30/12). Kedatangan mereka mengklarifikasi seputar penangkapan salah satu anggota FPI Boy Giandra dan meminta penangguhan penahanan terhadap Boy.

"Hari ini kami tidak melakukan demonstrasi ke Mapolrestro Bekasi Kota, sifatnya hanya ingin bersilaturahmi dan mengklarifikasi kejadian sebenarnya kepada polisi," kata kuasa hukum Boy, Aziz Yanuar, Sabtu (30/12/2017). 

Puluhan massa FPI bertahan di luar gerbang masuk Kantor Polres Metro Bekasi Kota selama lebih dari tiga
jam sejak pukul 15.00 WIB.

"Kejadian ini murni sebagai respons kami terhadap kekhawatiran masyarakat atas penjualan obat keras tanpa
izin di Pondok Gede. Kita juga selalu berkoordinasi dengan kepolisian dalam setiap kegiatan yang kami
lakukan," katanya.

Menyikapi permintaan penangguhan penahanan terhadap Boy, Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto tidak mengizinkan hal itu. Ia beralasan proses penyidikan kasus masih berjalan hingga kini.

"Mereka mengajukan permohonan penanguhan penahanan B. Namun sesuai aturan hukum bahwa penahanan dilakukan untuk keperluan penyidikan polisi. Kalau penyidik melihat ada potensi B akan  mengulangi perbuatannya, maka perlu kami tahan," katanya

Sebelumnya personel Polres Metro Bekasi Kota, menangkap Boy atas tuduhan provokasi dalam insiden perusakan toko obat di Kecamatan Pondokgede, pada Rabu malam (27/12) lalu.

"Seorang anggota FPI Bekasi kami tahan berdasarkan pasal 170 KUHP terkait dengan tindakan perusakan dan perbuatan melawan hukum," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Indarto, di Bekasi, Sabtu (30/12).

Indarto menuduh, Boy diduga sebagai provokator dalam insiden perusakan toko yang menjual obat terlarang di Jalan Jatibening II, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Melati.

Insiden itu, klaim dia, dipicu oleh sekelompok orang di FPI yang mengaku resah dengan aktivitas pemilik toko berinisial A dan seorang karyawannya berinisial HF diduga menjual obat keras jenis  Phadol tanpa resep dokter.

Indarto menuding, sekelompok orang itu mendatangi toko tanpa plang nama itu dan langsung mengobrak-abrik isi toko untuk mengumpulkan barang bukti.

Usai insiden itu, kata dia, tim kepolisian setempat langsung menangani kasus di lokasi kejadian dan menangkap A serta HF berikut barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Total tersangka yang sedang kami tangani sebanyak tiga orang yakni seorang provokator dari ormas dan dua pemilik serta karyawan toko," katanya pula.

Untuk tersangka B, kata Indarto, telah dilimpahkan kasusnya kepada petugas penyidik di Markas Polda Metro Jaya, sementara A yang berjenis kelamin perempuan digelandang ke penjara Rumah Tahanan Pondok Bambu, dan HF mendekam di sel tahanan Kantor Polres Metro Bekasi Kota sambil menunggu jadwal pemeriksaan kasusnya.

"A dan HF saat ini diduga terlibat dalam penjualan obat keras tanpa izin. Sedangkan B kita jerat dengan  sangkaan provokasi," katanya lagi.

Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) menyayangkan tindakan aparat Kepolisian yang  menahan anggota FPI yang terlibat sweeping terhadap toko obat terlarang tersebut. Penahanan itu dianggap dilakukan tanpa prosedur hukum yang berlaku.

"Ironis, orang yang menangkap tangan atas bahaya narkoba malah ditahan Kepolisian," kata kuasa hukum
FPI, Azis Yanuar, Sabtu (30/12/2017).

Azis mengakui anggota FPI memang sempat menggerebek sebuah toko obat di Jalan Jatibening II, Kelurahan Jatibening, Pondok Gede, bersama petugas Kecamatan pada Rabu 27 Desember 2017.

Dari lokasi tersebut didapat barang bukti ratusan butir obat keras yang terdiri dari berbagai macam jenis pil lexotan obat keras dari Dextro, Tramadhol, Exzimer dan lain sebagainya termasuk obat anak-anak yang  sudah kedaluwarsa.

"Padahal, anggota FPI yang berhasil menangkap tangan langsung menyerahkan kasusnya ke aparat keamanan," terang Azis. 

red: A Syakira/dbs

0 Komentar