Terbongkar Ocyson STMJ Plus Gula Instan, Produk Ilegal Berbahan Susu Kedaluwarsa

Sabtu, 30 Desember 2017 - 01:48 WIB | Dilihat : 920
Terbongkar Ocyson STMJ Plus Gula Instan, Produk Ilegal Berbahan Susu Kedaluwarsa Polisi menunjukkan barang bukti susu instan kedaluwarsa (foto: SURYA.co.id)

Surabaya (SI Online) – Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, berhasil membongkar penggunaan susu bubuk instan kedaluwarsa sebagai bahan baku utama produksi illegal (tak berizin)  Susu Telur Madu Jahe (STMJ) + Gula Instan ber-merk Ocyson.

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Resimen Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, menggerebeg rumah yang digunakan memproduksi olahan pangan secara illegal---mengolah kemudian mengemas dan memasarkan--- makanan/minuman instan Susu Telur Madu Jahe (STMJ) yang sudah dilengkapi gula, dengan merk dagang Ocyson. Rumah yang digerebeg tersebut berada di Bulak Kali Tinjang Baru Blok I B nomor 29, kawasan Kenjeran, Surabaya Timur.

Terbongkar dan dilakukan penggerebegan terhadap rumah tempat produksi itu, karena Polisi mencurigai terhadap peredaran produk olahan pangan berupa bubuk STMJ + Gula instan dalam kemasan sachet yang tidak memenuhi standar keamanan. Tidak  ada tulisan yang membuktikan produk tersebut memiliki izin produksi, edar dan pemasarannya.

Penyelidikan pun segera dilakukan oleh Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya. Seteleh didapat kepastian  sumber peredaran dari sebuah rumah yang kemudian diketahui digunakan sebagai rumah produksi. Penggerebegan dilakukan. Kepolisian kemudian merilis;  pemilik rumah sekaligus sebagai pemilik produksi olahan pangan itu dengan initial nama  Mis  usia sekira 47 tahun. Rumah kemudian disegel dengan dipasang pita / tanda garis Polisi. Menyusul kemudian Mis dinyatakan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, saat berada di lokasi rumah produksi yang digerebeg, memberikan keterangan kepada sejumlah  wartawan, diantaranya ditegaskan; pihaknya telah mengungkap sebuah kegiatan produksi dan pengemasan makanan / minuman olahan yang terindikasi menyalahi aturan. Produksi  tersebut tidak aman bagi konsumen. “Semua produksi olahan dan kemasan, harus melalui prosedur yang sesuai ketentuan keamanan,” kata Kapolrestabes.

Kombespol Rudi Setiawan juga menyebut dalam mengungkap dan puncaknya lakukan penggerebegan rumah produksi makanan olahan tersebut, diantaranya dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan terutama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Timur. 

Serentak setelah penggerebegan, segera dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sejumlah bahan yang ditemukan. Paling awal diketahui STMJ + Gula Instan ini tidak sesuai dengan komposisi bahan yang tertulis pada kemasan. Komposisi bahan pada kemasan tertulis; Susu, Telur, Madu, Jahe dan Gula. Seetelah dilakukan penelitian ternyata sama sekali tidak terdapat kandungan Madu.

Sebabkan Diare dan Penyakit Lain

Kemudian diketahui pula; bahan baku utama untuk membuat STMJ + Gula ini adalah susu bubuk. Ternyata susu bubuk  yang digunakan sudah kedaluwarsa, dari  hasil olahan 2013 dan sudah kedaluwarsa sejak 25 Maret 2015. “Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan BPOM Prov. Jawa Timur, sudah lakukan pengecekan dan uji laboratorium. Sangat berbahaya. Susu yang sudah kadaluwarsa masih digukan sebagai bahan baku utama untuk membuat makanan olahan,” sebut Kombes Rudi Setiawan.

Temuan lain, rumah yang digerebeg produk, berproduksi STMJ + Gula Instan merk Ocyson sejak November 2017; tidak memiliki izin usaha/produksi dari Kementerian Kesehatan, dan izin edar dari BPOM Provinsi Jawa Timur. Namun nekad berproduksi dan mengedarkan di pasaran, sehingga sudah dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, telah pula diperoleh keterangan yang menyebutkan, tempat usaha makanan olahan ini dalam sehari mampu memproduksi lima ribu bungkus (sachet) STMJ + Gula Instan.  Memiliki puluhan orang tenaga kerja dan hasil produksinya dipasarkan cukup luas; kecuali di kota Surabaya, juga menjangkau Kabupaten Gresik, Sidoarjo, bahkan ke sejumlah daerah di hampir seluruh Kalimantan. STMJ+Gula Instan merk Ocyson dipasarkan Rp 1.250 per bungkus isi 30 gram.

Pada kesempatan yang sama, Ummul Jariyah, Kepala Seksi Farmasi Makanan dan Minuman (Farmakmin) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menegaskan, produk makanan olahan STMJ + Gula Instan merk Ocyson sebagai tidak layak konsumsi. “Sangat membahayakan. Dapat menimbulkan diare bahkan sakit-sakit lainnya,” tandasnya dengan menyebut bahan baku berupa susu bubuk yang kedaluwarsa dapat memicu timbulnya sakit.

“Selain sakit perut atau diare, juga memberikan efek buruk lainnya begi kesehatan. Jangka pendeknya yang timbul mungkin hanyha diare. Namun jika dikonsumsi dalam jangka panjang, penyakit yang timbul tergantung kuman ataupun bakteri yang dikandung makanan tersebut,” ulas Ummul Jariyah dengan menyebut karena tidak berizin produksi dari Kementerian Kesehatan, produksi dan pemasannya haruslah dihentikan. Yang sudah terlanjur beredar di pasar juga harus segera ditarik dari peredaran.

Dalam penggerebegan tersebut, Polisi kecuali menyegel rumah produksi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya lebih 70 zak susu bubuk kedaluwarsa. Tiga boks / container sejumlah bahan STMJ, satu boks container STMJ + Gula Instan sudah duikemas yang siap edar di pasaran, enam keranjang jahe, dua karung tepung tapioca serta 13 drum untuk penyimpanan bahan lainnya. Juga sejumlah mesin untuk proses produksi termasuk untuk kemasan.

Mis sebagai tersangka kelak dihadapkan ancaman hukuman berat berdasar UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, terutama Pasal 140 jo Pasal 86 ayat (1), kemudian Pasal 142 jo Pasal 91 ayat (1) dan Pasal 144 jo Pasal 100 Ayat (1).

Rep: Muhammad Halwan/dari berbagai sumber           

0 Komentar