#Infak Dakwah Center

Yuk Wakaf Tanah untuk Para Muallaf, hanya Rp15 Ribu Per Meter

Kamis, 21 Desember 2017 - 11:33 WIB | Dilihat : 969
Yuk Wakaf Tanah untuk Para Muallaf, hanya Rp15 Ribu Per Meter Hamparan sawah di Sulawesi Utara yang hendak dibebaskan untuk program Wakaf Produktif Muallaf.

Bolaang Mongondow, Sulut (SI Online) - Pesatnya kemajuan dakwah melahirkan banyak muallaf-muallaf baru di berbagai daerah kawasan Sulawesi Utara. Sebagian besar muallaf tersebut bergabung dalam Majelis Muallaf Sulawesi Utara (MMS Sulut).

Kemajuan dakwah muallaf bukan hal gratis dan mudah. Karena diiringi dengan berbagai masalah dan tantangan dakwah yang baru, mulai dari tempat tinggal yang islami dan kondusif, mata pencaharian, pembinaan akidah, pendidikan anak-anak muallaf, dan seterusnya.

Di satu desa terdapat 53 muallaf yang hidupnya memprihatinkan. Hidup dalam kondisi pra-sejahtera dengan mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani, mereka tidak memiliki tempat tinggal sendiri. Sehingga mereka hidup menumpang di rumah-rumah Nasrani yang kental dengan suasana kekristenan yang di dalamnya banyak terpampang atribut kristiani, salib, patung Maria, foto Yesus dan tidak terjaminnya makanan dari makanan haram. Hal ini tentu sangat mengganggu pertumbuhan iman dan suasana ibadah mereka.

Alhamdulillah, IDC sudah membangun empat rumah kayu model knock down dari target 15 rumah untuk 15 KK (kepala keluarga) ini, dengan total biaya Rp128.000.000 (seratus dua puluh delapan juta rupiah). Masih dibutuhkan dana untuk membangun 11 rumah muallaf lainnya.

Wakaf Produktif untuk Muallaf

Untuk membangun kemandirian, kesejahteraan dan pertumbuhan iman para muallaf tersebut, IDC menggelar program Wakaf Produktif dengan membeli tanah lahan pertanian dengan luas kurang lebih lima hektar di Desa Bombanon dan Poyowa Besar Bolaang Mongondow Sulawesi Utara. Dengan harga Rp15.000 per meter, diperlukan dana sebesar Rp750 juta rupiah untuk membebaskan lahan ini.

Menurut Ustaz H Insan Wencelclaus LS Mokoginta –tokoh muallaf nasional asal Bolaang Mongondow– yang sudah melakukan survei lokasi bersama Direktur IDC, tanah ini sangat murah dan prospeknya bagus. Karena lahan ini sudah produktif, terdiri dari dua hektar sawah (biasa ditanami padi, jagung, dsb). Selebihnya sudah terdapat 200 pohon kelapa produksi, 80 pohon manggis produksi, 200 pohon coklat, 30 pohon kayu nantu produksi, ada delapan kolam ikan produksi, pohon cengkeh, dan sebagainya.

Dengan membeli tanah ini, insya Allah kita sudah membantu masa depan banyak generasi muallaf. Karena lahan tanah bisa fungsional menjadi wisma muallaf, mata pencaharian para muallaf, yatim dhuafa, dakwah dan kesejahteraan umat.

Pembelian lahan ini menjadi urgen, karena bila terlambat maka akan dibeli pihak gereja. Na'udzubillahi min dzalik.

Wakaf Produktif, Pahala Terus Mengalir

Dengan berwakaf, kita akan mengekalkan harta di dunia bahkan dibawa mati, karena nilai manfaatnya tidak hanya dinikmati di dunia saja, tapi juga dipetik hingga di akhirat kelak.

Wakaf termasuk amal ibadah yang istimewa bagi kaum muslim, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika pewakaf masih hidup, bahkan pahalanya juga tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya

Bila dibandingkan dengan sedekah dan hibah, wakaf memiliki banyak keistimewaan, kelebihan dan keutamaan. Selain memiliki semua keutamaan sebagaimana sedekah dan hibah, wakaf memiliki keutamaan khusus dibandingkan dengan sedekah dan hibah. Wakaf adalah kebajikan yang sempurna (Qs Ali Imran 92), yang dijamin anti bangkrut (Al-Baqarah 272), pahalanya dilipatgandakan hingga 700 kali lipat (Al-Baqarah 261), dan balasannya adalah surga (Ali Imran 133-134).

Bagi orang yang berwakaf (wakif), pahalanya akan terus mengalir sekalipun ia sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:

اِذَا مَاتَ ابْنَ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يَنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدِ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Manfaat waqaf jauh lebih panjang daripada sedekah dan tidak terputus hingga generasi mendatang, tanpa mengurangi hak atau merugikan generasi sebelumnya, serta pahalanya yang terus mengalir dan berlipat, walau wakif (orang yang mewakafkan) telah meninggal dunia.

Kebaikannya terus dirasakan oleh orang banyak, bahkan lintas generasi, karena kepemilikan harta wakaf tidak bisa dipindahkan. Materi yang diambil dan dinikmati oleh penerima wakaf adalah manfaat dari harta wakaf saja, sementara harta yang diwakafkan tetap utuh dan langgeng.

Hal itu karena harta benda yang diwakafkan tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya dan tidak bisa hilang atau berpindah tangan. Karena secara prinsip barang wakaf tidak boleh ditasarrufkan (dijual, dihibahkan, atau diwariskan).

Bergabung dengan Gerakan Wakaf IDC untuk muallaf Sulawesi Utara dapat disalurkan melalui Rekening Waqaf IDC:
1. Bank Muamalat, No.Rek:  34.7000.3007  
    a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC)
2. Bank Mandiri, No.Rek:  156.000.696.4037
    a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC)

sumber: infaqdakwahcenter.com

0 Komentar