Ingin Wujudkan Jatim Makmur, La Nyala Berikhtiar Maju sebagai Calon Gubernur

19 November 17:11 | Dilihat : 977
 Ingin Wujudkan Jatim Makmur, La Nyala Berikhtiar Maju sebagai Calon Gubernur La Nyala Mattalitti menemui Habib Rizieq Syihab di Mekkah saat menjalani ibadah umroh beberapa waktu lalu.

Surabaya (SI Online)-Pertarungan menuju Jatim-1 dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang hingga kini masih diramaikan dua nama, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. Keduanya, adalah sama-sama kader Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan ormas terbesar di Jatim. Khofifah bahkan telah dua kali maju sebagai Cagub. 

Tetapi sebenarnya ada satu nama lagi yang cukup tinggi popularitas dan elektabilitasnya di Jatim. Dialah La Nyala Mahmud Mattalitti, salah seorang tokoh terkenal di Jatim, yang tumbuh dan besar di Surabaya. Selain sebagai tokoh pengusaha dan ketua berbagai organisasi, La Nyala juga seorang kader Partai Gerindra. 

Secara individu, berbagai survei menyimpulkan, La Nyala adalah seorang organisatoris, tegas, memiliki jaringan luas, solutif, dan berjiwa entrepreneurship. 

Dalam pernyataan visi misi LA Nyala Berjamaah yang diterima Suara Islam Online, Ahad (19/11/2017), disebutkan, visi mantan Ketua Umum PSSI itu maju sebagai bakal Cagub Jatim adalah "La Nyala Berjamaah: Bersama untuk Jawa Timur Makmur, Barokah dan Diridai Allah Swt." 

Secara tegas La Nyala mengungkapkan misinya yang akan mengatasi kemiskinan dan membangun Jawa Timur yang berkeadilan sosial. 

'Kemiskinan dan keadilan sosial menjadi fokus utama La Nyala karena menurutnya kemiskinan adalah bebas sekaligus hambatan bagi negara. Kemiskinan, kata dia, terlahir sebagai akibat dari ketidakadilan sosial. 

"Lingkaran setan kemiskinan yang multi dimensi telah menjadi isu dunia (against poverty programs) yang harus diatasi untuk menuju kemakmuran. Tidak bisa ditawar lagi, kemiskinan harus diatasi, harus dihilangkan," kata dia tegas.

Sementara keadilan sosial, menurut alumni Universitas Brawijaya Malang ini, adalah kunci filosofi pembangunan yang harus diterapkan sebagai jawaban untuk menghapus kemiskinan. Karena itu, ia merumuskan slogan “Mengatasi Kemiskinan dan Membangun Jawa Timur yang Berkeadilan Sosial.”

Bagi La Nyala, keadilan sosial bukanlah sama rata sama rasa sebagaimana dikenal dalam konsep Sosialisme. Keadilan sosial adalah keseimbangan proporsional antara hak dan kewajiban. Ada hak-kewajiban pemerintah, ada pula hak-kewajiban rakyat.

La Nyala mengaku, misi mewujudkan Jatim Makmur yang berkeadilan sosial adalah spirit yang pernah diprakarsai oleh Mohammad Noer, Gubernur Jawa Timur periode 1971-1976. Pak Noer dikenal dengan slogan "Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu."

"Kiranya slogan Pak Noer, sang Gubernur sepanjang masa itu, harus kita teruskan dengan tekad untuk mewujudkan Jawa Timur makmur dengan mengutamakan keadilan sosial dan penerapan APDB untuk rakyat miskin," tandasnya.

red: shodiq ramadhan

0 Komentar