Bayi 1,5 Bulan Ini Tergolek di Rumah Sakit karena Toxoplasmosis

05 November 15:50 | Dilihat : 609
Bayi 1,5 Bulan Ini Tergolek di Rumah Sakit karena Toxoplasmosis Bayi Tazkia Qatrunnada yang tergolek di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Sukoharjo (SI Online) - Usianya baru 1,5 bulan. Tapi bayi mungil ini harus tergolek lemah tak berdaya di PICU (Pediatric Intensive Care Unit) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah. Pada tubuhnya tertancap berbagai macam selang dan peralatan canggih medis. Tazkia Qatrunnada, nama bayi itu, harus dirawat karena menderita toxoplasmosis (toksoplasma).  

Apa itu toksoplasma?. Toksoplasma adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit berbahaya ini menyerang organ-organ vital otak, jantung dan otot yang bisa berakibat pada komplikasi serius apabila daya tahan tubuh menurun. Binatang yang menjadi sumber utama penularan parasit ke tubuh manusia adalah kucing.

Menurut sang ayah, Ustaz Yusron, awal mulanya putri keempatnya itu, pada Sabtu sore (28/10/2017) lalu tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang. Sebagai pengasuh pesantren tahfiz Alquran, Yusron lalu memberikan terapi ruqyah syar’iyah, untuk mengantisipasi bila anak bungsunya mengalami gangguan ‘ain. 

Usai diruqyah, ternyata tidak ada perubahan. Bergegas ia membawa bayinya ke bidan terdekat di Mranggen, Polokarto, Sukoharjo. Bidan angkat tangan. Lalu ia merujuk bayi tersebut ke rumah sakit. Dibawalah Tazkia ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Tak berapa lama, bayi itu langsung ditangani di ruang perawatan intensif. Berbagai macam selang ditancapkan ke tubuh bayi imut itu.

Ustaz Yusron pun bingung kenapa putrinya ditangani demikian. Secara singkat dokter menjelaskan bila mereka akan melakukan observasi terhadap bayi tersebut. Tazkia juga butuh pendonor darah golongan B karena HB yang rendah dan tindakan operasi mencari pembuluh darah vena di kaki kanannya.

Belum jelas virus apa yang menyerang, pada Senin (30/10) Tazkia mengalami gagal nafas. Untuk menyelamatkan nyawanya, mulut bayi mungil itu dimasukkan selang ventilator, lengkap dengan peralatan canggih mulai dari alat pernafasan, alat pengontrol detak jantung, pengatur suhu dan lain-lain. Tentu dengan biaya perawatan yang sangat mahal.

Selama sembilan hari Tazkia kritis di rumah sakit, Ustaz Yusron yang pontang-panting menjaganya, bergiliran dengan sang istri, Hajar Chumairoh. Karena selain menjaga Tazkia di rumah sakit, mereka harus berbagi tugas mengurus ketiga anaknya di rumah: Syamil Al-Anshori (6), Aldif Al-Anshori (4) dan Aldif Al-Anshori (2). Dampaknya, tugas-tugas dakwah Ustadz Yusron sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Al-Furqon pun terganggu.

Tazkia Qatrunnada tergolek di RS PKU Muhammadiyah Solo karena menderita toxoplasmosis (toksoplasma).  

Ustaz Yusron belum bisa memikirkan dari mana biaya yang harus dikeluarkan, enam juta rupiah per hari, untuk perawatan di ruang PICU itu. Tagihan operasi dan obat-obatan saat penanganan awal saja sudah mencapai 11 juta rupiah.

Hingga sekarang tagihan sudah mencapai 31 juta rupiah. Tentunya tagihan biaya ini akan terus melonjak setiap hari, karena sampai berita ini diturunkan, belum diketahui kapan bayinya sehat dan diperbolehkan pulang. Sebagai pengasuh pesantren, angka ini bagi Yusron sangatlah besar. 

Pengasuh pesantren penghafal Alquran ini tak bisa mengandalkan penghasilan dari profesinya untuk melunasi tagihan rumah sakit. Bahkan saat kunjungan Relawan Infaq Dakwah Center (IDC) ke rumah sakit, Ustaz Yusron baru bisa menitipkan uang tabungannya dua juta rupiah sebagai jaminan (deposit). IDC juga baru menyampaikan santunan pengobatan sebesar 2,5 juta rupiah.  

“Saya lihat untuk tindakan membuang kencing di kantung kemih saja pasang alat itu 700 ribu. Saya sudah pasrah sama Allah. Tapi kata dokter masih ada harapan untuk dilakukan tindakan,” kata Yusron.

Mahalnya tagihan biaya rumah sakit ini membuat Ustaz Yusron hanya bisa tawakal kepada Allah. Semoga para muhsinin donatur terpanggil untuk meringankan beban pengobatan bayi ananda Tazkia Qatrunnada.

“Kita belum punya kemampuan biaya sebanyak itu, kita sangat butuh bantuannya dari ikhwan dan muhsinin IDC. Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan jazakumullah khoiron jaza kepada muhsinin di IDC dan semua yang turut membantu pengobatan anak saya,” ujarnya kepada relawan IDC.

Donasi untuk membantu pengobatan Tazkia Qotrunnada bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT ke Rekening IDC:
Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

Informasi: 08122.700020.

sumber: Infaq Dakwah Center

0 Komentar