#Pro-Kontra Perppu Ormas

Mayoritas Ormas Islam Tolak Perppu Ormas, Santri Malang Raya ini Malah Minta Dijadikan UU

22 Oktober 21:34 | Dilihat : 914
 Mayoritas Ormas Islam Tolak Perppu Ormas, Santri Malang Raya ini Malah Minta Dijadikan UU Upacara HSN di Malang.

Malang (SI Online) - Mayoritas ormas Islam di tingkat nasional menolak diterbitkannya Perppu Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan. Kecuali Nahdlatul Ulama yang sejak awal mendorong pembubaran HTI dan mendukung lahirnya Perppu Ormas, kebanyakan ormas Islam menolaknya. 

Rupanya, sikap NU itu diikuti oleh para santri di kawasan Malang Raya. Mereka meminta Perppu Ormas disahkan menjadi Undang-Undang.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) Malang Raya, Thoriq bin Ziyyad dalam keterangan persnya usai upacara HSN di Lapangan Tumapel, Singosari, Ahad (22/10) mengatakan, perubahan itu penting untuk menangkal radikalisme yang kini dinilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

"Ini momentum penting bagi kaum santri untuk meneguhkan kesetiannya pada NKRI serta menjadi garda depan bagi negara dalam upaya menangkal radikalisme yang kini dinilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi," kata Gus Thoriq seperti dilansir ANTARA.

Ia mengaku secara khusus mengelar prosesi doa dan sholawat pada HSN kali ini untuk mendorong dan memberikan dukungan penuh atas keberadaan Perppu Ormas yang belum lama ini telah dikeluarkan pemerintah dalam rangka mencegah radikalisme.

"Dalam forum peringatan HSN di Malang ini diharapkan dengan adanya MoU dan deklarasi dapat mendorong Perppu bisa berubah menjadi UU Ormas," kata Gus Thoriq.

Sebagai bentuk dukungan atas perubahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas itu, kata dia, ribuan santri juga membubuhkan tanda tangannya di bentangan kain putih.

"Tanda tangan para santri yang hadir di kain putih ini rencana masih akan dikelilingkan ke sejumlah pondok pesantren besar di Jatim untuk ditandatangani oleh para santri. Setelah itu kain yang dipenuhi tanda tangan ribuan santri dari berbagai ponpes itu akan dikirimkan ke pemerintah pusat," ujarnya.

red: A Syakira

0 Komentar