Sudirman: Negara Gagal Karena Lembaga Pengeruk

21 Agustus 20:38 | Dilihat : 1198
Sudirman: Negara Gagal Karena Lembaga Pengeruk Sudirman Said saat memberikan kuliah umum (studium general) untuk mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin (21/8). 

Surakarta (SI Online) - Banyak negara gagal karena perilaku lembaga-lembaga negara yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru menjadi lembaga pengeruk (extractive institutions) hak-hak rakyat lewat praktik koruptif. 

Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengungkapkan hal itu saat memberikan kuliah umum (studium general) untuk mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin (21/8). 

Di hadapan lebih dari 700 mahasiswa IAIN Surakarta,  Pak Dirman, begitu Sudirman dipanggil, menyampaikan, Indonesia memiliki peluang untuk tampil menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor lima di dunia pada 2030 dan nomor empat pada 2050. 

"Namun syaratnya Indonesia harus membereskan  sejumlah pekerjaan rumah," kata Pak Dirman dalam kuliah umum yang mengambil tema Mengembalikan Aspek Moral dalam Politik dan Kepemimpinan.

Syarat pertama, lanjut Pak Dirman, praktik koruptif dan menjadikan lembaga negara sebagai alat pengeruk hak rakyat harus disudahi. Institusi sosial, politik, dan ekonomi harus bekerja penuh melayani dan mensejahterakan masyarakat.

Kedua, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Tidak tebang pilih. Hukum harus ditegakkan dengan memperhatikan rasa keadilan masyakat. Orang yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal.

Ketiga, mendorong sebanyak mungkin orang baik, yang punya integritas moral dan kompetensi untuk menjadi pemimpin di berbagai institusi sosial, politik maupun ekonomi.  Kepemimpinan politik yang menjadi hulu dari semua kebijakan harus dikembalikan harkatnya.

"Mengembalikan harkat kepemimpinan politik, harus dilakukan dengan mendorong sebanyak mungkin orang-orang baik menduduki posisi pemimpin politik," jelas Pak Dirman  

"Pimpinan parpol, kepala daerah, pimpinan lembaga tinggi negara, lembaga legislatif harus diisi sebanyak mungkin pleh orang jujur, teguh pendirian, memiliki kompetensi, dan sudah selesai dengan diri sendiri," urai dia. 

Jika tiga syarat itu dipenuhi, Indonesia sesuai dengan prediksi akan menjadi macan baru perekonimian dunia. []

0 Komentar