Baliho Ilegal Red Army Bekas Wali Kota Malang Diturunkan

05 Juli 11:46 | Dilihat : 1074
Baliho Ilegal Red Army Bekas Wali Kota Malang Diturunkan Baliho ilegal Red Army dengan gambar bekas Wali Kota Malang Peni Suparto.

Malang (SI Online) - Sepekan pasca-Lebaran, masyarakat Kota Malang dihebohkan dengan baliho yang terpampang di jalan. Baliho bertuliskan 'Red Army'  dengan foto bekas Wali Kota Malang Peni  Suparto ini, sekilas ditunjukkan untuk mengucapkan Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat Kota Malang, Jawa Timur. Namun, jika diteliti ada yang aneh dalam baliho tersebut. Nuansa baliho itu dinilai berbau Komunis. 

Setelah memunculkan kehebohan di masyarakat, baliho yang dianggap bersinggungan dengan Komunis itu pun telah diturunkan pada Selasa (4/7). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintahan Kota Malang, Priyadi mengatakan, pencopotan baliho itu sendiri dilakukan berdasarkan laporan masyarakat.

“Itu tidak ada izin, maka kita tindaklanjuti. Dan kebetulan itu pas dengan razia banner yang kami lakukan,” ujar Priyadi, Rabu (05/07), seperti dikutip Republika.co.id.

Menurut Piryadi, penurunan baliho tersebut telah didukung oleh aparat hukum lainnya seperti Polresta Kota Malang. Bahkan, sejumlah pihak telah menghubungi Peni untuk menurunkan baliho tersebut. Karena desakan yang besar dari masyarakat, Priyadi mengaku, harus segera menurunkan baliho tersebut pada Selasa (4/7).

“Baliho 'Red Army' yang tidak berizin ini langsung diturunkan,” tambah dia.

Sebagai informasi, baliho ini dianggap heboh karena memunculkan tulisan 'Red Army'. Masyarakat mengaitkan kata tersebut dengan isu komunis. Terlebih lagi 'Red Army' sangat identik dengan tentara yang dimiliki Uni Soviet dan Cina. []

0 Komentar