Penghujung Ramadhan, STEI Tazkia Kaji Kitab Ekonomi Klasik

21 Juni 17:41 | Dilihat : 739
Penghujung Ramadhan, STEI Tazkia Kaji Kitab Ekonomi Klasik Kampus STEI Tazkia di Sentul, Bogor.

Bogor (SI Online) - Walaupun sudah mendekati Idul Fitri 1438H, kampus pelopor ekonomi syariah STEI Tazkia masih semangat untuk mengadakan kajian keilmuan. Kali ini menghadirkan peneliti sejarah pemikiran ekonomi Islam, kandidat doktor Nurizal Ismail yang juga merupakan alumni dan dosen STEI Tazkia. Tujuan dari kajian ini adalah menggali kekayaan ilmu pengetahuan klasik khususnya dalam bidang ekonomi untuk diambil hikmahnya supaya dapat memperkaya pemikiran ekonomi saat ini.

Abdurrahman Misno Bambang Prawiro, doktor dalam hukum muamalah, sekarang menjabat Kepala Program Studi Muamalah mengatakan bahwa kajian ini sudah dibuat rutin dan akan ditingkatkan lagi setelah Idul Fitri. 

Murniati Mukhlisin, Wakil Ketua STEI Tazkia menambahkan bahwa sebagian dosen dan mahasiswa STEI Tazkia sudah menggerakkan penelitian ekonomi Islam di Tazkia, menyandingkan pemikiran ulama klasik dengan pemikiran ekonomi modern yang akan diperbanyak lagi ke depannya.

Dari paparan Nurizal, Yahya bin Umar menulis Ahkam As-Suk (Hukum – Hukum Pasar) pada tahun 250 atau sekitar 12 abad yang lalu. Yahya menulis diantaranya tentang bagaimana pemerintah dapat memasang strategi dalam penetapan harga, monopoli, dan politik dumping.

Kemudian, Al-Maqrizi misalnya yang hidup di Mesir antara tahun 1364-1442 sudah mengatakan mengatakan bahwa inflasi disebabkan oleh kezaliman manusia dan bencana alam. Dengan melihat krisis keuangan di Mesir pada saat itu, Al-Maqrizi mengkritik peredaran fulus (uang tembaga sebagai penyaing dinar dan dirham) yang berlebihan karena hal tersebut menjadikan inflasi sebagai pemicu krisis ekonomi.

Pondasi keilmuan para ulama klasik adalah Al-Qur’an dan Sunnah dan mereka terkenal dengan amal shalihnya yang tentu saja tercermin dari hasil karya – karyanya. Sangat tepat sekali jika pembuat kebijakan saat ini makin aktif merujuk ke kitab – kitab klasik ekonomi ketika membuat kebijakan ekonomi. Ulama  - ulama lain yang disebut adalah Abu Ubaid, Abu Yusuf, Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Khaldun. Turut hadir dalam kajian kali ini para dosen dan peneliti LPPM Tazkia dan santri – santri penghafal Al-Qur’an dari Rumah Tahfidz Violet. []

0 Komentar