Larang LGBT, Rektor Unand Dapat Dukungan Walikota Padang

05 Mei 14:37 | Dilihat : 842
Larang LGBT, Rektor Unand Dapat Dukungan Walikota Padang Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Padang (SI Online) - Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mendukung penuh kebijakan Universitas Andalas menolak calon mahasiswa kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) masuk kampus itu.

"Saya mendukung penuh sikap Rektor Unand (Universitas Andalas) yang mengeluarkan kebijakan tersebut," kata Mahyeldi kepada wartawan, Jumat (05/05/2017) seperti dikutip Viva.co.id.

Wali Kota meyakini, dengan kebijakan itu mampu menekan perkembangan LBGT dalam dunia pendidikan, terutama perguruan tinggi. LBGT, katanya, jelas adalah bentuk penyimpangan perilaku sosial yang bertentangan dengan budaya dan ajaran agama.

Agar tidak bertentangan dengan undang-undang dan hak asasi manusia, Pemerintah Kota akan mencarikan solusi terbaik, misal, membuat sekolah khusus untuk kaum LBGT.

Sebelumnya pada pekan lalu, Universitas Andalas membuat kebijakan menolak calon mahasiswa kaum LGBT masuk kampus itu. Universitas menerbitkan formulir yang berisi pernyataan bahwa setiap calon mahasiswa kampus itu bukan lesbian, gay, biseksual, atau pun transgender. Formulir wajib diisi setiap calon mahasiswa yang ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2017.

Formulir diunggah di laman resmi Universitas Andalas dan kemudian sempat dihapuskan. Namun kebijakan itu tetap berlaku dan tidak akan dicabut.

Menurut Sang Rektor, Tafdil Husni, jika ada calon mahasiswa yang tak ingin mengisi dan menandatangani formulir pernyataan itu, sebaiknya tidak usah mendaftar di Universitas Andalas. Kampus masih membahas dan merumuskan lebih detail aturan itu.

Anehnya, kebijakan yang baik itu justru dikecam segelintir orang. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Sumatera Barat menyebut kebijakan itu bertentangan dengan hak asasi manusia, terutama prinsip human dignity (tidak mempermalukan orang dan keluarganya).

red: abu faza

0 Komentar