Balitbang Agama Semarang: Pengurus Rohis SMAN Favorit di Jateng dan DIY Idolakan Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir

02 Mei 00:30 | Dilihat : 2096
 Balitbang Agama Semarang: Pengurus Rohis SMAN Favorit di Jateng dan DIY Idolakan Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir Habib Muhammad Rizieq Syihab bersama Bachtiar Nasir. [foto: poskotanews.com]

Salatiga (SI Online) - Pengurus Unit Kegiatan Sie Kerohanian Islam atau Rohis di beberapa SMA Negeri favorit di Jawa Tengah dan DIY ternyata mengidolakan Habib Rizieq Syihab dan Ustaz Bachtiar Nasir. 

Hal itulah yang mencuat dari Seminar Hasil Penelitian Agama di Laras Asri Hotel Salatiga yang digelar 29-31 Maret 2017 oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (BLAS). 

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abdurrahman Mas’ud, pada pembukaan acara tersebut (29/3) lalu menyebutkan temuan penelitian ini cukup mengejutkan. Penelitian dengan topik "Transmisi Nilai-nilai Keagamaan Melalui Organisasi Rohis", terkait tokoh idola yang digemari siswa SMA di sasaran penelitian terbagi menjadi tiga katagori: rendah, sedang, dan tinggi.

Termasuk kategori rendah adalah M. Quraish Shihab, Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Maemun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya. Sementara kategori sedang adalah Arifin Ilham dan Aa Gym, serta termasuk kategori tinggi adalah Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq Syihab.

Hasil penelitian Transmisi Nilai-Nilai Keagamaan Melalui Organisasi Rohis menemukan data dan fakta bahwa Transmisi nilai-nilai keagamaan melalui organisasi Rohis yang dibangun antara komunikator (mentor Rohis) dengan komunikan (anggota rohis) masih pro dengan sistem pemerintahan Indonesia yaitu Pro Pancasila, Pro NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal ika.

Hal ini dikarenakan persoalan yang terkait dengan fundamental bangsa Indonesia sudah selesai di istimbatkan pada kesepakatan para The Founding father Indonesia yang menyatakan dasar dasar pemerintahan Indonesia. Hanya saja dalam memilih pemimpin tetap mengusung laki-laki dan  beragama Islam untuk memimpin negeri ini.

Aji Sofanudin, Peneliti Muda pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (Kemenag RI) memaparkan, beberapa siswa SMA Negeri setuju untuk mengubah dasar negara Pancasila, memilih pemimpin semata-mata berdasarkan kesamaan agama, serta adanya pemisahan secara tegas antara ikhwan dan akhwat dalam kegiatan keagamaan.

Secara metodologi, penelitian ini dilakukan pada 9 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah dan DIY dengan melibatkan 27 peneliti, 3 supervisor dan beberapa narasumber dari kampus.

Penelitian ini bersifat kolaboratif melibatkan seluruh bidang penelitian yang ada di kantor Balai Litbang Agama Semarang (BLAS). Penelitian ini dilakukan pada 17 SMA Negeri yang dipilih secara purposive, dengan pendekatan kualitatif multicase study yang dilakukan 5 Pebruari hingga 9 Maret 2017.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, telaah dokumen, serta Focus Group Discussion yang melibatkan Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Kota, guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, pengawas sekolah, pembina Rohis, FKUB, dan Mentor.

red: abu faza
sumber: tribunnews.com 

0 Komentar