Cintai Nabi dengan Berziarah ke Makamnya

08 April 17:49 | Dilihat : 271
Cintai Nabi dengan Berziarah ke Makamnya Pintu makam Nabi Muhammad SAW

Bogor (SI Online) - Sebagai ummat Islam kita wajib mencinta Rasulullah. Dengan mencintai beliau, akan mendorong kita untuk mencintaai dan mengamalkan ajaran beliau. Hanya dengan mencintaai beliau kita akan mendapatkan safaatnya. “Bahkan doa kita tidak akan terangkat/terkabul sebelum bershalawat kepada Nabi,” kata Habib Alwi Asegaf saat memberikan tausiyah pada reuni jamaah haji 2016, KBIK Khoerul Bariyyah, di Cisarua Bogor, Sabtu (8/4) lalu. 

Menurut Habib Alwi, berziarah ke makam Rasulullah merupakan wujud kecintaan kita sebagai umatnya. “Berziarah ke makam Nabi merupakan ibadah yang penting, dan semua ibadah lainnya juga dari beliau,” ujarnya.

Jangan kita sebagai umuatnya, kata Habib, Gunung Uhud saja mencintai Rasulullah. Dalam sebuah hadist riwayat Anas bin Malik disebutkan: “Uhud adalah sebuah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya.” Jadi, gunung saja mencintai nabi, apalagi kita sebagai manusia dan pengikut beliau.

Dalam riwayat lain disebutkan, dimana sepeninggal rasulullah, Sahabat Bilal pergi meninggalkan Madinah dan menetap si Syria. Hal tersebut dilakukan Bilal untuk mengurangi rasa sedihnya setelah Rasulullah tiada. 

Suatu saat Bilal bermimpi bertemu Rasulullah, dimana dalam mimpi itu Rasulullah menegurnya karena sudah lama tidak berziarah: “Mengapa engkau tidak ziarah, apakah sudah tidak cinta padaku?”. Setelah terjaga dari tidurnya, Sahabat Bilal langsung bersiap-siap menuju Madinah untuk segera berziarah ke makam Rasulullah.

Dari beberapa riwayat tersebut jelas bahwa kita sebagai ummatnya perlu melakukan ziarah ke makam Rasulullah sebagai wujud cinta kepada Beliau. Dengan rasa cinta itu tentu akan lebih mudah untuk mengikuti dan mengamalkan ajaran beliau. 

Pada acara tersebut juga hadir Camat Cibinong, Drs. H. Bambang W. Tawekal, M.Si, yang juga anggota kelompok haji tersebut, serta Ustadz H. Sadudin, Pimpina KBIH Khoerul Bariyyah.

rep: asri
red: adhila

0 Komentar