Evakuasi Hari Ketiga Korban Longsor Ponorogo, Satu Korban Tewas Ditemukan

04 April 07:58 | Dilihat : 349
Evakuasi Hari Ketiga Korban Longsor Ponorogo, Satu Korban Tewas Ditemukan Musibah tebing longsor yang dahsyat di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, Timur Kota Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (01/04)

Ponorogo (SI Online) -Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban tewas dalam musibah  tebing longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Hingga pencarian dihentikan sementara paa Senin (03/04), baru tiga korban ditemukan. Diperkirakan masih terdapat 25 orang korban lagi yang masih tertimbun.

Korban yang ditemukan kemarin, atas nama Nadi. Pria sekira berusia 40 tahun, dalam kondisi sangat mengenaskan. Tubuhnya terhimpit reruntuhan rumah. Lokasi ditemukan, pada kedalaman timbunan lebih dari sepuluh meter, tidak terlalu jauh dari dua korban, Iwan Danang Suwandi dan neneknya  Ny. Katemi, yang sudah  ditemukan sehari sebelumnya.

“Lewat tengah hari, menjelang sore, ketika pencarian korban hendak dihentikan karena sudah  turun hujan yang mulai deras, ditemukan lagi satu orang korban lelaki sekira umur 40 tahun. Hingga saat ini sudah tiga korban ditemukan. Jumlah 28 orang, masih ada 25 orang korban tertimbun,” kata seorang relawan Tim SAR Gabungan.  

Sumani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menuturkan kepada sejumlah wartawan, medan pencarian korban kelongsoran tebing ini sangat berat. Timbunan material kelongsoran berupa tanah dan tanaman, pada sektor paling dangkal dengan ketebalan timbunan lebih sepuluh meter, sedang pada sektor paling dalam dengan ketebalan timbunan lebih dari 20 meter. 

Karena faktor kesulitan itu, pencarian korban semula dibagi menjadi tiga sektor, kemudian dibagi menjadi empat sektor. Luas hamparan kelongsoran ini, diperkirakan lebih dari empat hektar. Sektor A, pencarian korban berada di bagian paling atas--- dengan tingkat kerawanan tertinggi, karena harus berhadapan dengan tebing masih sangat labil, dengan kemungkinan sewaktu-waktu terjadi kelongsoran baru. Sektor B dan C berada di bagian tengah, dengan ketebalan timbunan lebih dari 20 meter, kemudian sektor D paling bawah di ujung kelongsoran, dengan ketebalan timbunan lebih dari sepuluh meter. 

Ketiga korban yang telah ditemukan, berada di sektor D. Pada sektor  ini pula  merupakan posisi perumahan warga. Diperkirakan korban masih banyak di sektor ini, karena terjebak di dalam rumah dan tidak berhasil melarikan diri. Sedang  Tim SAR juga mencermati sektor B dan C. Karena  menurut keterangan, saat kejadian  terdapat sebelas warga yang tengah bekerja di ladang memanen tanaman jahe. 

Lokasi kelongsoran sulit pula dijangkau; dengan jalanan desa yang sempit, terjal dan licin saat hujan. Ketika terjadi persimpangan kendaraan roda empat, salah satu harus berhenti pada ruang yang memungkinkan kendaraan lain melintas. Kondisi demikian, pencarian korban masih pula dipersulit cuaca yang cepat berubah. Rata-rata setiap hari, menjelang tengah hari sudah turun hujan.  

Sejumlah BPBD dari daerah Kabupaten dan Kota di wilayah Eks Karesidenan Madiun (Kota/Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi dan Pacitan) bahkan dari sejumlah daerah lain, telah mengirimkan bantuan personel dan peralatan, bergabung memberikan dukungan upaya pencarian korban yang dilakukan  BPBD Kabupaten Ponorogo. Bergabung pula satuan dari TNI dan Polri serta ratusan relawan dari sejumlah daerah. Hingga tiga hari pencarian, jumlah personel yang terlibat dalam upaya pencarian ini lebih dari 1.700 orang. Anjing pelacak Kepolisian, yang didukungkan lima ekor ditambah tiga unit alat berat.  

Pos-pos Komando (Posko) yang dibangun, diantaranya terdiri dari Posko Bencana. Pada posko ini, terkonsentrasi komando gerak ribuan personel pencari korban. Kemudian Posko Bantuan, terdiri dari sejumlah lokasi pengungsian warga, logistik; penerimaan dan penyaluran bantuan hingga dapur umum dan generator pembangkit listrik. Posko penting lainnya adal Disaster Victim Identification (DVI) Polri, yang mendukungan identifikasi korban ditemukan. Setelah korban ditemukan selesai diidentifikasi, segera diserahkan ke warga atau keluarga untuk dilakukan pemulasan hingga disalatkan dan dikuburkan. 

 Rep; muhammad halwan/dbs

0 Komentar