Dua Korban Tanah Longsor di Ponorogo Ditemukan, 26 Lainnya Masih Dicari

03 April 15:41 | Dilihat : 262
Dua Korban Tanah Longsor di Ponorogo Ditemukan, 26 Lainnya Masih Dicari Musibah tebing longsor yang dahsyat di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, Timur Kota Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (01/04)

Ponorogo (SI Online) – Dua hari pencarian, Ahad (2 April 2017 ) dan Senin (3 April 2017), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua orang korban tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. 

Lebih  dari 1.600  personel relawan dikerahkan  didukung tiga alat berat pengeruk tanah dan mulai pula didukung beberapa ekor anjing pelacak dari Kepolisian Daerah Jawa Timur,  untuk menemukan 26 orang korban lain yang masih tertimbun.

Oleh tim pencari korban, kelongsoran dibagi menjadi tiga sektor. Sektor A berada di bagian paling atas, kemudian Sektor B berada di bagian tengah, dan Sektor C berada di bagian terujung (paling bawah) dari kelongsoran. Konsentrasi pencarian berada di Sektor C, dengan ketebalan timbunan antara lima hingga sepuluh meter. Kedua korban yang telah berhasil ditemukan, berada di Sector C ini.

Setelah mendapat guyuran air, kedua korban yang ditemukan mendapat kesaksianj warga; atas nama Iwan Danang Suwandi dan neneknya  Ny.Katemi. Menyaksikan kedua jazad, Ny. Ismiatun dan Kateni ----ibu dan bapak  Iwan Danang Suwandi, tidak dapat menahan tangis bahkan histeris. Setelah dapat ditenangkan, Ny. Ismiatun menuturkan, saat kejadian dirinya berada di dapur. Terdengar suara bergemuruh, menengok keluar dapur, dilihat ada  bergumpal-gumpal tanah yang bergerak cepat ke arah rumahnya.

Segera, Ny. Katemi---mertuanya yang sudah cukup renta, digandeng di ajak berlari keluar rumah sambil berteriak-teriak memanggil Iwan yang ketika itu masih tertidur di kamar. Ketika longsor menerjang rumahnya, gandengan tangan Ny. Katemi terlepas, dan Ny. Ismiatun mengaku seperti terlempar hingga ke halaman rumah dan segera lari ke jalan. “Ibu dan Iwan, anakku yang masih tertidur, tertimbun. Rumah kami-pun lenyap ditelan longsor,” tutur Ny Ismiatun dalam tangisnya.

Kedua korban yang ditemukan di Sektor C tersebut dalam wilayah di RT 3 /RW 1 Dusun Tangkil. Ditemukan tewas,  dibawah timbunan tanah dengan ketebalan lebih dari lima meter. Posisi korban berimpitan dengan reruntuhan rumahnya. Posisi rumah korban, berada di lokasi paling ujung dari kawasan yang tertimbun kelongsoran. Ny. Lilik (37),  yang pertama memberikan kesaksian dan membenarkan yang ditemukan adalah Ny. Katemi, budenya bersama cucunya; Iwan Danang Suwandi.

Agaknya setelah terlepas dari gandengan tangan Ny. Ismiatun, Ny. Katemi berusaha membangunkan cucunya Iwan Danang Suwandi. “Mereka berdua sudah berusaha berlari keluar rumah sambil berteriak-teriak panik histeris, namun kelongsoran datangnya jauh lebih cepat,” tutur Ny. Lilik.

Sebelumnya, Sabtu (1 April 2017) sekira Pk 07.30, terjadi musibah kelongsoran tebing yang dahsyat di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung, Timur Kota Ponorogo, Jawa Timur. Korban tertimbun material kelongsoran diperkirakan pada posisi yang cukup dalam antara tujuh hingga lebih sepuluh meter. Perkiraan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) tersebut, dengan memperhitungkan kondisi tebing yang longsor;   ketinggian lebih dari seratus meter, panjang (ke kanan – ke kiri ) tidak kurang 300 meter. 

Lereng tebing yang ditanami dengan pepohonan penghijauan cukup berhasil itu, dengan kemiringan lebih dari 75 persen. Longsor  bergerak  cepat menjangkau kawasan dengan bentangan tidak kurang dari dua kilometer di bawahnya.  Menggilas segenap pepohonan, menghantam dan menimbun lebih dari 20 rumah  di tiga Rukun Tetangga (RT)  di Dusun Tangkil.   

Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo, Ahad (2 April) saat berada di lokasi bencana memastikan; Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, memberikan bantuan dalam bentuk rumah hunian sementara bagi para korban tanah longsor. Selain juga diberikan uang bantuan untuk hidup dalam jumlah dan jangka waktu yang akan segera ditentukan. 

“Pembagiannya bantuan bangunan rumah dan uang bantuan untuk hidup akan diberikan oleh Pemprov Jawa Timur. Sedang tanah untuk lokasi pendirian bangunan akan disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo,” jelas Gubernur.

Gubernur Soekarwo kemudian menyebut, para korban adalah orang yang sedih; yang dalam waktu seketika menjadi papa kehilangan anggota keluarga dan harta benda. Karenanya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten , harus segera mengurus sampai para korban dapat kembali bekerja seperti sebelumnya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Sosial Hj. Khofifah Indar Parawansa, saat berada di lokasi bencana juga mengungkapkan segera mencairkan bantuan untuk para korban. Bantuan tersebut berupa  Jaminan Hidup (Jadup). 

“Jaminan hidup ini dengan nilai sebesar Rp900 ribu per jiwa,” katanya dengan menyebut, bantuan segera dicairkan
Kementerian Sosial setelah waktu 14 hari tanggap darurat bencana selesai. Karenanya, Bupati Ponorogo H. Ipong
Muchlissoni, yang saat itu mendamping, diharapkan segera menyampaikan data jumlah keluarga korban.       

Rep:  muhammad halwan/dbs 
 

0 Komentar