Banser Ikut Amankan Nyepi di Bali

28 Maret 18:56 | Dilihat : 2451
 Banser Ikut Amankan Nyepi di Bali Anggota Banser NU turut menjaga keamanan selama Nyepi di Bali. [foto: viva.co.id]

Bali (SI Online) - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) turut membantu pengamanan kegiatan Nyepi di Desa Banyupoh, Grokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.  Bersama para Pecalang, Banser NU ingin memastikan jika perayaan Nyepi yang merupakan pergantian Tahun Baru Saka 1939 berjalan khidmat.

Ketua Pecalang Desa Banyupoh, Anak Agung Rai Susila menjelaskan, jalinan kekerabatan antara Hindu dan Muslim telah terajut sejak puluhan tahun silam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Nyepi kali ini, Banser NU ikut ambil bagian untuk menjaga kondusivitas di desanya.

"Kerukunan antarumat beragama di sini sudah terjalin sejak 30 tahun lalu. Setiap umat Muslim memiliki acara, kami (pecalang) turut serta ikut mengamankan, begitu juga sebaliknya," kata Susila, Selasa (28/03) seperti dikutip Viva.co.id. 

Menurutnya, keberagaman di desanya tak pernah tercoreng sedikitpun oleh suatu persoalan. Semua berjalan mengalir dan saling menghormati.

"Kami sudah hidup rukun dan damai sejak lama. Tidak sedikitpun pernah terjadi perselisihan," ucapnya.

Tak hanya pada perayaan Nyepi, saat pengarakan Ogoh-ogoh, Susila menyebut Banser NU juga terlibat aktif mengamankan pawai boneka raksasa tersebut.

Ketua Banser NU Desa Banyu Poh Misnari mengatakan, selain Banser, NU sebelumnya juga punya cabang organisasi silat Pagar Nusa. Pagar Nusa sejak dahulu telah terlibat pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi. 

"Sejak tahun 1988 kami sudah terlibat dalam pengamanan perayaan Nyepi," ujarnya di Desa Bayu Poh, Grogak, Buleleng, Selasa (28/3/2017), seperti dikutip Sindonews.com. 

Dia menuturkan, ketika berada di Bali harus ikut bertoleransi. "Kami sebagai umat muslim yang tinggal di Bali juga ikut bergabung dengan Pecalang dan linmas ikut mengamankan jalannya Nyepi. Toleransi antar umat beragama itu sangat penting," terangnya. 

Misnari menyarankan, bila mengenai keamanan wilayah janganlah mengatasnamakan agama apapun. Menurutnya semua umat beragama harus mengambil bagian.

"Saran kami sebagaimana dalam hal keamanan tidak membawa agama. Kita ingin merangkul semuanya sehingga bisa aman dan damai," terangnya. 

red: farah abdillah/dbs

0 Komentar