Diduga Mengandung Narkoba, Pemkot Surabaya Razia Permen Dot

10 Maret 05:33 | Dilihat : 700
Diduga Mengandung Narkoba, Pemkot Surabaya Razia Permen Dot Satpol PP Surabaya merazia permen dot yang diduga mengandung narkoba.

Surabaya (SI  Online) -Jajaran Pemerintahan Kota Surabaya melakukan  razia terhadap peredaran dan perdagangan permen berkemasan dot bayi, di seluruh lingkungan Sekolah Dasar. Heboh itu dipicu beredarnya kabar yang segera menjadi viral di jejaring media sosial, mengungkap pengakuan sejumlah anak merasa pusing, setelah mengonsumsi permen dot. Diduga, permen jenis ini mengandung narkoba.

“Belum diketahui, apakah memang mengandung narkoba  atau zat yang berbahaya lainnya; masih perlu penelitian di laboratorium,” ungkap seorang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, usai melakukan razia, baru-baru ini.

Permen dot, dikemas berbeda dengan umumnya permen. Berbentuk serbuk warna keputihan cenderung merah muda, dibungkus dengan kertas. Di luar pembungkus atau kemasan, bertulisakan Permen Keras. Demikian juga pada kemasan kotak berisi 20 pak dot, juga bertuliskan permen keras. 

Cara mengonsumsi; serbuk tersebut dimasukkan ke botol, dan diberi air sesuai takaran yang disebut pada petunjuk pembuatan. Botol kemudian ditutup dengan penutup yang dilengkapi karet dot (seperti dot bayi).  Botol kemudian dikocok-kocok perlahan, hingga campuran tersebut mengental dan siap dikonsumsi dengan cara dihisap dari ujung dot, layaknya bayi atau balita meminum susu.

“Cara membuat ini sangat menyenangkan. Serbuk dimasukkan botol kemudian diberi air. Penutup yang ada dotnya dipasang rapat-rapat, kemudian dikocok-kocok, seperti ibu membuatkan susu pada adik.  Serbuk yang telah tercampur dengan air mengental dan siap disedot melalui ujung dot,”  ungkap salah seorang siswa Kelas V sebuah SD dengan mengungkap, rasa permen ini manis dan ada rasa asamnya.

Siswa yang lain menyebut, permen jenis ini sudah cukup lama diperdagangkan di lingkungan sekolah. Bukan di kantin sekolah, melainkan oleh pedagang di luar pagar halaman depan sekolah. “Harganya yang bergambar boneka gajah sebungkus seribu. Sedang  yang  bergambar angsa, seribu dapat dua bungkus, ” ujarnya dan menambah,  permen ini sangat diminati. Karena harga murah, bentuk menarik, juga cara menyiapkan permen hingga dikonsumsi, sangat menyenangkan.

Sebelumnya, tentang peredaran permen ini sempat beradar luas di jejaring media sosial, terutama di  Whatsapp (WA) serta yang lain di facebook bahkan instagram.  Disebut, permen beredar luas di sekolah-sekolah dasar. Bahkan diantaranya diungkap pula pengakuan sejumlah anak, setelah mengonsumsi permen dot merasa pusing. 

Diantara posting foto di jejaring media sosial, menampakkan seorang anggota Satpol PP tengah memegang permen dot . Diikuti dengan tulisan;  “Permen DOT, disinyalir mengandung narkoba. Tolong bantu sebarkan info ini ya bunda, supaya putra/putri  kita terhindar dari  jajanan yang berbahaya.”

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sejumlah Kantor Kecamatan, bersama petugas dari tingkat Kelurahan, Trantibbang dan didukung Satpol PP, layaknya serentak bergerak dalam dukungan petugas kepolisian,  melakukan pengamatan peredaran permen ini.  Bahkan  kemudian mengambil sejumlah sample  untuk diteliti lebih lanjut tentang kandungan zat dari permen yang disebut sebabkan pusing.

Di jejaring media sosial juga disebutkan razia yang telah dilakukan petugas di pusat kota dan empat penjuru  Kota Surabaya; meliputi 14 wilayah kecamatan. Di Kecamatan Pabean Cantikan di SD Krembangan Utara 2/57. Kecamatan Wiyung di SDN 1 Balas klumprik dan SDN Babatan IV, V. 

Kecamatan Karang-Pilang di SDN Begongin Kedurus I, SDN 1 Karang-Pilang dan TK Darma Praja. Kecamatan sawahan di SDN Petemon. Kecamatan Sambikerep di SDN Sambikerep  1 dan 5. Kecamatan Sukolilo  di Jalan Kejawen VIII dan Pasar Keputih Lama. Kecamatan Tambaksari di SDN Gading VII dan SDN Tambaksari 1.

Kemudian di Kecamatan Trenggilis Mejoyo di SDN Kedangsari 8, SDN Trenggilis Mejoyo dan SDN  Panjangjiwo. Kecamatan Jambangan di SDN Kebonsari 10, SDN Pagesangan, dan Komplek Komplek Kebonsari dan Pag3esangan IV RT 3. 

Di Kecamatan Tandes di SD Romli Thammim dan TK Al Faruq Bulak Rukem. Kecamatan Gubeng di SDN Mojo, Jalan Mojoklangru kidul. Kecamatan Simokerto  di SDN Simokerto VI/139 dan SD YPPI. Kecamatan Gununganyar di SD Al Islah dan SD Mifta’ul Ulum.  Selain itu juga dilakukan razia di sejumlah SD yang lain, diantaranya SD Yapita, SDN 245, seluruh SD Muhammadiyah dan SD Bunga Bangsa.

rep: muhammad halwan/dbs

0 Komentar